Daftar Saham Tercuan Kuartal I-2024, Ada Yang Melesat 500%
JAKARTA, investortrust.id – Sejumlah saham berhasil mencatatkan lompatan harga sepanjang kuartal I-2024, bahkan satu saham berhasil melesat hingga 500%. Padahal, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang kuartal I-2024 hanya naik tipis 0,22% dari 7.272,79 menjadi 7.288.
Berdasarkan laporan BEI kuartal I-2024, sebanyak 10 saham yang berhasil mencatatkan lomptan harga dalam rentang 80,56% menjadi 500%. Lompatan harga tersebut didominasi saham-saham lapis dua dan tiga.
Baca Juga
Kinerja Lampaui Ekspektasi, Potensi Cuan Saham Garuda (GIAA) 225%
Saham dengan penguatan tertinggi dicatatkan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) melesat 500% dari harga penutupan akhir 2023 Rp 135 menjadi Rp 810 pada penutupan akhir Maret 2024. Dengan demikian, saham FORU tercatat pemberian cuan tertinggi.
Lompatan harga juga dicatatkan saham PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) dengan kenaikan 172,83% dari Rp 438 menjadi Rp 1.195, saham PT J Resources Asia Paicifc Tbk (PSAB) menguat 138,64% dari Rp 88 menjadi Rp 210, PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) naik 124,35% dari Rp 115 menjadi Rp 258, dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menguat 108,53% dari Rp 434 menjadi Rp 905.
Lalu, bagaimana pergerakan saham paling cuan tersebut pada awal kuartal II-2024? Berdasarkan data BEI, saham FORU masih disuspensi hingga kini, seiring lompatan harga tersebut. Saham NICE mencatatkan penurunan dari Rp 1.195 menjadi Rp 860 Saham PSAB justru catatkan penurunan dari level akhir kuartal I-2024 senilai Rp 210 menjadi Rp 178 per saham pada penutupan akhir pekan lalu.
Baca Juga
Diuntungkan Lonjakan Pemudik, Emiten Ini Bidik Peningkatan Kinerja
Sebaliknya saham MKAP masih berhasil lanjutkan penguatan hingga ditutup level Rp 270 pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Harga tersebut lebih tinggi dari penutupan akhir kuartal I-2023 senilai Rp 258 per saham. Sedangkan saham SSIA lanjutkan penguatan dari akhir Mert 2024 Rp 905 menjadi Rp 1.010 per saham.
Lompatan FORU
Sementara itu, lompatan harga saham FORU hingga 500% sepanjang kuartal I-2024 dipicu atas aksitaipanPeter Sondakh melepas kepemilikan seluruh sahamnya di FORU kepada IMR Asia Holding Pte Ltd.
IMR Asia telah menuntaskan akuisisi sebanyak 77,7% saham FORU dari PT Karya Citra Prima yang dikendalikan Peter Sondakh. Nilai akusisinya hanya Rp 125,31 per saham atau jauh di bawah harga terakhir Rp 810 per saham.
Baca Juga
Dihargai Hanya Rp 125 per Saham, IMR Asia Tuntaskan Akuisisi 77,7% Saham Fortune (FORU)
Perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Singapura telah menuntaskan akuisisi 77,7% saham FORU pada 7 Maret 2024. Dengan demikian, pengendali saham FORU akan otomatis berganti dari semula Rajawali Group melalui Karya Citra Prima menjadi IMR Asia Holding.
“Pengambilalihan tersebut bertujuan dalam rangka investasi dan pengembangan perusahaan. Saham FORU diakisisi dengan harga Rp 125,31 per saham, sehingga totalnya mencapai Rp 42,29 miliar,” tulis pengumuman resmi IMR Asia.
