Meski Betah di ‘Gocap’, BEI Ungkap GOTO Tak akan Kena FCA
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ditransaksikan hanya di level Rp 50 telah berjalan sembilan hari berturut-turut di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sedangkan volume transaski terpantau cenderung turun dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, BEI memastikan transaksi saham ini tak akan dikenai full call auction (FCA).
Berdasarkan data perdagangan saham BEI sesi I, Jumat (5/7/2024), saham GOTO ditutup stagnan di level terendahnya Rp 50 atau gocap. Dengan demikian dalam 9 hari beruntun atau terhitung kurun waktu 25 Juni-5 Juli 2024, saham GOTO ditransaksikan hanya di level Rp 50.
Baca Juga
Eks Bos Bursa Ini malah Agresif Borong Saham GOTO Saat Gocap, Mengapa?
Volume perdagangan saham GOTO sepanjang sesi I mencapai 210 juta unit. Sedangkan jumlah saham yang antre untuk dilepas pada harga Rp 50 sudah mencapai 2,69 miliar saham. Berdasarkan data, antrean jual GOTO level Rp 50 berkisar 2,5-3 miliar saham dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu, Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menegaskan, GOTO tidak akan masuk dalam papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme full call auction (FCA), meski harga sahamnya berada di level Rp 50 selama tiga bulan berturut-turut.
Baca Juga
“Jadi berdasarkan revisi aturan papan pemantauan khusus disebutkan bahwa apabila harga saham rata tiga bulan di bawah Rp 51, tetapi likuiditasnya masih rata-rata di atas Rp5 juta per hari, atau membagikan dividen, itu tidak masuk," kata Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (4/7/2024).
Lebih lanjut, dia mengatakan, hal ini sesuai dengan tujuan, yakni melindungi investor, setelah dikaji ulang peraturan FCA tidak lagi hanya melihat harga saham. "Kalau sebelumnya kan kita hanya melihat harga. Tetapi, dalam proses review kita balik lagi ke tujuan kita, investor kecil itu diperhatikan atau tidak. Memperhatikan investor kecil itu dalam bentuk likuiditas dan membagikan dividen," tutur Jeffrey.
Grafik Saham GOTO

