Meski Bertengger di 'Gocap', Investor Asing Ternyata Rajin Akumulasi Saham GOTO
JAKARTA, investorstrust.id – Pemodal asing terpantau justru gencar mengakumulasi (net buy) saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan nilai Rp 18,05 miliar sepekan ini, meskipun harga saham perusahaan teknologi terbesar ini mentok di harga Rp 50 atau 'gocap'.
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan, pemodal asing mencatatkan pembelian sebanyak Rp 62,44 miliar saham GOTO. Sedangakn penjualan hanya Rp 44,47 miliar, sehingga net buy saham GOTO Rp 18,05 miliar. Namun dalam sebulan, asing masih mencatatkan net sell saham GOTO Rp 389,65 miliar.
Baca Juga
Eks Bos Bursa Ini malah Agresif Borong Saham GOTO Saat Gocap, Mengapa?
Net buy terbanyak saham GOTO pekan ini dilakukan broker Bren Sekuritas (HK) senilai Rp 17,61 miliar, KGI Sekuritas (HD) mencapai Rp 13,41 miliar, dan Mirae Asset Sekuritas (YP) mencapai Rp 12,45 miliar. Sedangkan dari sisi pergerakan harga, saham GOTO tidak mengalami perubahan harga atau bertengger di level Rp 50 sepekan terakhir.
Selain itu terjadi penurunan drastis volume perdagangan saham GOTO dalam sepekan terakhir. Rata-rata volume perdagangan turun ke ksiaran 300 juta saham, dibandingkan beberapa pekan lalu lebih dari 1 miliar saham.
Adapun saham GOTO year to date (ytd) telah anjlok dalam dari level penutupan akhir tahun lalu Rp 86 menjadi Rp 50. Level penutupan gocap saham GOTO mulai terjadi sejak 19 Juni 2024. Sejak saat itu tak terlihat ada perubahan harga.
Sebelumnya, Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menegaskan, GOTO tidak akan masuk dalam papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme full call auction (FCA), meski harga sahamnya berada di level Rp 50 selama tiga bulan berturut-turut.
Baca Juga
“Jadi berdasarkan revisi aturan papan pemantauan khusus disebutkan bahwa apabila harga saham rata tiga bulan di bawah Rp 51, tetapi likuiditasnya masih rata-rata di atas Rp5 juta per hari, atau membagikan dividen, itu tidak masuk," kata Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (4/7/2024).
Lebih lanjut, dia mengatakan, hal ini sesuai dengan tujuan, yakni melindungi investor, setelah dikaji ulang peraturan FCA tidak lagi hanya melihat harga saham. "Kalau sebelumnya kan kita hanya melihat harga. Tetapi, dalam proses review kita balik lagi ke tujuan kita, investor kecil itu diperhatikan atau tidak. Memperhatikan investor kecil itu dalam bentuk likuiditas dan membagikan dividen," tutur Jeffrey.
Grafik GOTO

