Antrian Jual Saham GOTO di Level ‘Gocap’ Membludak hingga Aksi Lepas Asing
JAKARTA, investortrust.id – Order jual saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di harga Rp 50 atau ‘gocap’ kian membludak mencapai lebih dari 21 juta lot atau di atas 2 miliar saham. Sedangkan order jual harga Rp 51 lebih dari 12,5 juta lot atau di atas 1,25 miliar saham.
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.30 WIB, Jumat (28/6/2024), order jual saham GOTO level Rp 50 dan Rp 51 menunjukkan peningkatan pesat, dibandingkan kemarin.
Baca Juga
Sedangkan berdasarkan data perdagangan saham GOTO month to date (mtd) tercatat penjualan bersih (net sell) saham teknologi terbesar di Indonesia ini telah mencapai Rp 617,60 miliar. Penjualan terbesar dilakukan tiga broker mutlinasional ini, yaitu Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) senilai Rp 277,93 miliar, JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) mencapai Rp 197,52 miliar, dan UBS Sekuritas Indonesia (AK) mencapai Rp 111,52 miliar.
Sebaliknya tiga broker ini terpantau gencar melakukan pembelian bersih (net buy) saham GOTO, yaitu broker Indo Capital Sekuritas (IU) senilai Rp 31,77 miliar, CIMB Sekuritas (YU) mencapai Rp 17,33 miliar dan Bahana Sekuritas (DX) bernilai Rp 15,80 miliar.
Dipicu penurunan harga saham GOTO, Direktur utama Sugito Walujo atau lebih dikenal Patrick Walujo terpantau telah memborong sebanyak 98,5 juta saham GOTO. Aksi borong tersebut menjadikan total kepemilikan sahamnya bertambah dari 0,01% menjadi 0,03%.
Baca Juga
GOTO Salah Harga, Dirut Patrick Walujo Langsung Borong Puluhan Juta Saham
Sekretaris Perusahaan GOTO RA Koesoemohadiani mengatakan, transaksi pembelian saham dilakukan untuk tujuan investasi pribai yang dilakukan melalui pasar reguer. “Pembelian tersebut menjadikan total saham yang dimiliki Sugito Walujo bertambah dari 267,25 juta menjadi 365,75 juta saham,” tulisnya.
Pembelian sebanyak 98,5 juta saham GOTO direalisasikan Sugito Walujo pada 20 Juni 2024 dengan harga pelaksanaan Rp 51 per saham, sehingga total dana yang digelontorkan mencapai Rp 5,02 miliar.
Grafik GOTO

