BRI (BBRI) Akhirnya Kembali Diborong Investor Asing hingga Cetak Lompatan Harga
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berhasil catatkan lompatan harga hingga diborong (net buy) dengan nilai jumbo oleh pemodal asing pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/7/2024).
Berdasarkan data BEI, saham BBRI ditutup melesat Rp 190 (4,13%) menjadi Rp 4.790. Bahkan, BBRI tercatat sebagai saham dengan penguatan tertinggi di antara saham-saham sektor perbankan dan saham-saham yang masuk dalam daftar top 10 market cap di bursa.
Baca Juga
Saatnya Akumulasi, Kekhawatiran Pasar terhadap Saham BRI (BBRI) Berlebihan
Tak hanya itu, nilai perdagangan saham BBRI tercatat yang tertinggi sepanjang hari ini mencapai Rp 2,01 triliun dengan volume saham yang berpindah tangan sebanyak 422 juta. Transaksi saham BBRI mengalahkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank mandiri Tbk (BMRI) masing-masing Rp 663,77 miliar dan Rp 569,68 miliar.
Menariknya lagi, pemodal asing mendadak memborong (net buy) saham BBRI dengan nilai jumbo hingga Rp 997,95 miliar sepanjang hari ini. Aksi ini mematahkan transaksi jual (net sell) yang melanda BBRI dalam dua bulan terakhir. Aksi tersebut membuat BBRI berbalik menjadi net buy month to date (mtd) hingga Rp 551,70 miliar. Berkat BBRI, BEI juga akhirnya mencatatkan net buy saham Rp 784,05 miliar sepanjang hari ini.
Lalu, bagaimana target harga saham BBRI? Berdasarkan riset dari 19 sekuritas, mayoritas broker mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI untuk 12 bulan ke depan. Rata-rata target harga saham berkisar Rp 6.000.
Baca Juga
BRI Rilis Kebijakan Baru untuk Rekening Pasif, Begini Rinciannya
Tiga sekuritas dengan target harga tertinggi yang diberikan ke saham BBRI, yaitu Ciptadana Sekuritas dengan target harga BBRI senilai Rp 7.000, Yuanta Investment Sekuritas patok target harga BBRI Rp 6.800, dan RHB Sekuritas mamasang harga Rp 6.300.
Adapun, target terendah saham BBRI diberikan BCA Sekuritas dengan target harga Rp 4.950, Morgan Stanley mematok target BBRI Rp 5.190, dan JP Morga mematok target saham BBRI level Rp 5.300 untuk 12 bulan ke depan.
Baca Juga
Sementara itu, Trimegah Sekuritas dalam riset yang diterbitkan kemarin terkait kinerja keuangan BBRI hingga Mei 2024 menyebutkan bahwa realisasi performa bulanan BBRI tunjukkan perbaikan secara keseluruhan dengan pertumbuhan pendapatan.
Sedangkan kenaikan provisi masih menjadi faktor utama pelemahan tingkat keuntungan perseroan hingga Mei tahun ini. Meski demikian, Trimegah Sekuritas memperkirakan biaya kredit BBRI cenderung lebih longgar pada paruh kedua tahun ini, seiring dengan penerapan langkah-langkah restrukturisasi untuk meningkatkan kualitas aset.
Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 6.000.
Grafik Saham BBRI

