Asing Cetak Net Buy Rp 1,24 Triliun Sepekan, Saham BBRI hingga GOTO Diborong
JAKARTA, investortrust.id –Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 1,24 triliun pekan ini. Sedangkan net buy terbanyak terjadi dalam dua hari terakhir.
Selain mencatatkan peningkatan net buy saham, indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI berhasil kembali ke level di atas 7.000, tepatnya 7.009,63. Level tersebut menjadi level tertinggi IHSG terhitung sejak 25 September 2023.
Baca Juga
2023 Berjalan, BEI Catat Emisi Obligasi dan Sukuk Rp 113,29 Triliun
Terkait net buy saham, investor asing mencatatkan Rp 940,96 miliar pada perdagangan Kamis (23/11/2023). Asing memborong saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 342,38 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 153,65 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 110,98 miliar.
Aksi beli bersih saham kemudian berlanjut hingga penutupan perdagangan Jumat (24/11/2023) dengan total Rp 897,72 miliar. Net buy terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 194,92 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 134,94 miliar, dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) Rp 132,56 miliar.
Selain penguatan IHSG dan berlanjutnya net buy, BEI mencatatkan peningkatan obligasi dan sukuk yang dicatatkan menjadi Rp 113,29 triliun terhitung sejak awal tahun hingga pekan ini atau terjadi penambahan senilai Rp 2,84 triliun dalam sepekan.
Baca Juga
IHSG Gapai Level Psikologis 7.000, Menguat 0,46% Sepekan Terakhir
Tambahan tersebut menjadikan total obligasi dan suku yang tercatat di BEI hingga kini mencapai Rp 458,22 triliun dan US$ 72,98 juta. Surat utang tersebut berasal dari 127 emiten dengan total 539 emisi.
Pjs Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, pencatatan obligasi senilai Rp 113,29 triliun tahun berjalan berasal dari 104 emisi dari 56 emiten. “Dengan pencatatan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 539 emisi dari 127 emiten dengan outstanding Rp 458,22 triliun dan US$ 72,987 juta,” ujarnya dalam penjelasan resminya di BEI, kemarin.

