Soraya Berjaya (SPRE) Resmi Listing, Harga Saham Menanjak 4%
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan yang bergerak di bisnis perlengkapan kamar tidur, PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk resmi mencatatkan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham SPRE, Rabu (03/07/2024).
Jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 800 juta lembar saham, terdiri dari 560 juta lembar saham milik pendiri, dan 240 juta lembar saham baru yang diterbitkan dalam rangka initial public offering (IPO)
Harga perdana saham emiten baru yang Perusahaan yang berbasis di Kota Padang, Sumatera Barat ini Rp 125 per saham. Sementara debut perdana saham ini setelah listing di BEI pukul 09.01 WIB tercatat menguat 4% ke level Rp 129 per saham.
Saham SPRE diperdagangkan sebnyak 1.200 kali transaksi dengan volume 125 ribu lot saham dengan nilai transaksi Rp 1,1 miliar.
Baca Juga
Bank Neo Commerce (BBYB) Revisi Target Rights Issue Rp 393 Miliar
Dalam hajatan IPO ini, Perseroan melepas sebanyak 240 juta lembar saham baru dengan nilai nominal Rp 25 per saham, atau mewakili 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan pasca IPO. Dari IPO ini, Perseroan berhasil meraup dana segar sebesar Rp Rp 30 miliar.
Untuk membantu proses IPO ini, Perseroan telah menunjuk PT MNC Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi sekaligus dan penjamin emisi efek, dengan kesanggupan penuh (full commitment) atas saham yang tidak terserap dalam IPO.
Sekretaris Perusahaan PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk, Arienita Noer, mengatakan Dengan penawaran saham ini, Perseroan berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pasar.
‘’Dengan begitu,kami dapat memenuhi kebutuhan perlengkapan kamar tidur berkualitas tinggi bagi masyarakat di wilayah Sumatera, hingga seluruh Indonesia, yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) Perseroan,’’ urai Arienita dalam keterangan resminya, Rabu (3/7/2024).
Baca Juga
Divestasi 35% Saham JTT, Jasa Marga (JSMR) Raup Dana Segar Rp 12,82 Triliun
Adapun para pemegang saham PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk sebelum IPO terbagi pada sejumlah pihak, yaitu Rizet Ramawi sebanyak 222 juta atau 39,75%, kemudian PT Galaksi Investama Corpora sebanyak 140 juta atau 25%, lalu Ridho Ferman Shatrio sebesar 113,40 juta atau 20,25%, Dwi Ristra Utami 57,40 juta atau sekitar 10,25%, dan Marfetra sebanyak 26,60 juta atau sekitar 4,75%.
Sedangkan rencana penggunaan dana hasil IPO, menurut prospektus akan dialokasikan sebesar 90,71% untuk modal kerja yaitu, membeli persediaan kebutuhan bahan baku produksi, seperti Kain Katun CVC, Dakron (Bed Cover), Dakron (Badan Bantal), Busa, dan Retsleting.
Sekitar 9,29% akan digunakan untuk pembelian mesin baru dan kendaraan operasional, dengan rincian 71% untuk pengadaan Mesin Jahit Pleating, Mesin Bed Cover, Mesin Jahit, Mesin Carding Bantal, Mesin Blower Bantal, Mesin Press Bantal, Mesin Obras, Mesin Zigzag hingga Mesin Sirsak. Sedangkan kendaraan operasional berupa 2 unit Truk dan 1 unit mobil operasional.

