IHSG masih Bearish, Saham JSMR, SMRA, dan PGAS Layak Dipilih
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (3/7/2024), masih berada dalam trend bearish yang ditunjukkan penurunan kemarin. Potensi pelemahan tetap terbuka.
BRI Danareksa Skeuritas menyebutkan IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang support 7.099 dan resistance 7.176. Pemodal diminta untuk mewaspadai peluang pelemahan indeks dengan support sementara 7.063.
Baca Juga
Fast Food (FAST) Suntik Modal Anak Usaha Peternakan Ayam Rp 160,42 Miliar
Meski masih trend bearish, tiga saham JSMR, SMRA, dan PGAS direkomendasikan beli. Saham JSMR direkomendasikan beli dengan target harga Rp 5.425-5.700, SMRA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 540-565, dan saham PGAS direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.650-1.800.
Pergerakan indeks juga dipengaruhi lompatan indeks Wall Street semalam, yaitu Dow Jones ditutup menguat 0,41%, S&P500 menguat 0,62%, dan Nasdaq melesat 0,84%.
Sebaliknya, IHSG kemarin ditutup terkoreksi 14,49 poin (0,20%) menjadi 7.125,14. Pemodal asing kembali merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 488,04 miliar.
Net buy terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 276,55 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 137,14 miliar, dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) Rp 125,54 miliar.
Baca Juga
Wall Street ‘Bullish’, S&P 500 Toreh Rekor dan Tembus 5.500 untuk Pertama Kalinya
Koreksi IHSG kemarin dipicu atas penurunan saham kapitalisasi pasar besar, khususnya emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini, yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 2,64% menjadi Rp 10.150 dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 1,10% menjadi Rp 9.000. Penurunan indeks juga dipicu pelemahan saham bank papan atas, seperti saham BBRI dan BMRI.
Sedangkan saham penyelemat IHSG dari penurunan lebih dalam datang dari penguatan saham PT Bayan Resouces Tbk (BYAN) naik 7,67% menjadi 17.550, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 3,98% menjadi Rp 1.175, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat tipis.

