Eks Bos Bursa Ini malah Agresif Borong Saham GOTO Saat Gocap, Mengapa?
JAKARTA, investortrust.id, Mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Hasan Zein Mahmud justru makin agresif menambah kepemilikan saham di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), saat harga tengah berada di titik trendah level Rp 50 atau “gocap” dalam beberapa hari terakhir.
Hasan Zein dalam akun media sosialnya mengungkapkan sejumlah alasan mengapa dirinya justru tertarik mengoleksi saham GOTO saat harganya bertengger di level "gocap". Di antaranya, GOTO didukung deretan daftar nama pemegang saham besar, yaitu SVF GT Subco Singapore Pte Ltddan Taobao China Holding Limited. Ada juga pemegang saham INA, ADIA, PT Astra International Tbk (ASII), dan Telkomsel.
GOTO, menurut dia, juga didukung jajaran komisaris dan direksi terpercaya. Deretan nama besar memimpin, seperti Agus Marto dan John Prasetyo. Sedangkan dewan direksi dipimpin Sugito Waluyo atau lebih dikenal Patrick Waluyo dengan visioner bisnis cemerlang. Mereka tentu mempertaruhkan nama besar di GOTO.
Baca Juga
Mantan Bos BEI Hazan Zein Mahmud Sebut Kiamat Emiten Batu Bara Masih Jauh, Kenapa?
“Lalu, apakah GOTO sebagai perusahaan akan mampu bertahan eksis atau akan hilang dari peredaran? Jawabannya, puluhan kali saya ulang dalam celoteh, hanya perusahaan yang mampu menghasilkan laba secara wajar dari operasi yang wajar yang mampu bertahan,” terangnya.
Dengan sudut pandang tersebut, Hasan Zein mengatakan, secara fundamental GOTO saat ini jauh lebih kuat. Segmen e-commerce yang boros dan “boncos” sudah bisa ditransformasi menjadi penyumbang laba bersih. Meski harus dibayar dengan kehilangan kendali di Tokopedia.
Sedangkan segmen Service on Demand (SOD), menurut dia, kini berada di tengah persaingan yang lebih longgar atau tidak setajam segmen e-commerce. Bisnis SOD juga memiliki peluang ekspansi sangat lebar ke depan. “GOTO memang tak memiliki dukungan pendanaan sehebat Grab yang ditopang Sea grup. GOTO memang kalah jauh dengan nilai kapitalisasi Grab yang tercatat di NASDAQ. Tapi, saya tidak melihat alasan GOTO tidak mampu bersaing dalam perebutan pasar di kandang sendiri,” terangnya.
Baca Juga
GOTO Salah Harga, Dirut Patrick Walujo Langsung Borong Puluhan Juta Saham
Dia mengatakan, Indonesia yang luas dan didukung jumlah penduduk besar merupakan pasar paling menarik untuk bisnis SOD di ASEAN. “Melihat sejumlah fakta itu, penurunan harga GOTO, dalam pandangan saya, hanya faktor teknis. Karena, Alibaba (Taobao) menjual sebagian lebih dari 16 miliar saham GOTO. Subco juga menjual hampir 100 juta saham. Bebera founders, terutama yang berasal dari Tokopedia, telah pergi dan menjual sebagian sahamnya,” terangnya.
Penurunan harga saham GOTO dalam beberapa pekan ini juga dipicu aksi guyur cadangan ESOP dengan harga pelaksanaan Rp 2. “Tanpa kehadiran pembeli besar, butuh waktu lama untuk menciptakan permintaan dan penawaran saham GOTO kembali ke titik ekuilibrium. Melihat fakta tersebut, saya aktif menyisihkan jatah ‘angkringan’ saya untuk membeli 100 lot saham GOTO setiap minggu, bila harganya masih di gocap atau lebih rendah. Nabung saham!” terangnya.
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (2/7/2024), saham GOTO kembali ditutup di level Rp 50. Harga saham GOTO telah bertengger di level tersebut sejak 19 Juni 2024.
Grafik Saham GOTO
