Usai RKAB Disetujui, Saham Bumi (BUMI) Melesat Dua Hari
JAKARTA, investortrust.id – Keberhasilan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) meraih persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) periode 2024-2026 untuk kedua tambang miliknya, yakni PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia (AI), berhasil mengerek harga ashamnya.
Direktur and Corporate Secretary BUMI Dileep Srivastava menyebutkan bahwa persetujuan KRAP tersebut memperkuat optimisme perseroan untuk merealisasikan target produksi sebanyak 80 juta ton batu bara tahun ini di 2024.
Baca Juga
BUMI Raih Penghargaan International Risk Management di CIR Risk Management Awards 2023
“Perseroan memang belum memfinalisasi target produksi tahun 2024, tetapi kami meyakini volume produksi dari tambang KPC dan Arutmin menjadi 80 juta ton. Angka tersebut lebih tinggi dari realisasi tahun 2022 dan 2023,” terangnya di Jakarta, kemarin.
Usai persetujuan RKAP tersebut, data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, saham BUMI tren menguat terhitung sejak kemarin. Saham BUMI kemarin ditutup melesat Rp 10 menjadi Rp 95.
Baca Juga
Penguatan harga saham BUMI kembali berlanjut dengan kenaikan Rp 5 (5,26%) menjadi Rp 100 hingga pukul 09.34 WIB. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 94-103.
Bahkan, saham BUMI menjadi satu-satunya saham emiten batu bara yang berhasil melesat pada perdangan sesi I hari ini. Saham batu bara lainnya, seperti ADRO, ITMG, PTBA, dan INDY justru terkoreksi.
