Bitcoin Rebound di Tengah Sentimen Awal Juli yang Masih Mencekam
JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin (BTC) pada hari Senin (1/7/2024) pagi tengah berada di level US$ 63.692. Berdasarkan data dari Coingecko, ini merupakan kenaikan sebesar 4,7% dalam kurun waktu 24 jam.
Sebagaimana diketahui, Bitcoin sebelumnya turun drastis ke level terendah dalam empat bulan, yakni US$60.000. Bitcoin hampir mendekati penutupan bulan Juni dengan kerugian bulanan dan bertahan pada level dukungan kritis US$ 60.000. Berdasarkan data Bitcoin Monthly Returns, kinerja BTC pada Juni lalu -6,96%, sementara pada bulan Mei catatkan kenaikan lebih dari 11%.
Pasar kripto, terutama Bitcoin, tengah membuat semua orang gelisah karena volatilitas dan perubahan harga yang tak terduga pada bulan Juni. Pertanyaan utamanya adalah, apa yang akan terjadi selanjutnya?
Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur mengatakan, kinerja Bitcoin dan Ethereum pada bulan Juni, penting untuk melihat kinerja historis bulan Juli. Bulan Juli secara umum bersifat bullish, dengan tujuh bulan hijau dan empat bulan merah secara historis dalam 11 tahun terakhir. Jika bulan Juni ditutup negatif, bulan Juli mungkin akan mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan.
"Khusus pekan ini, pasar kripto bersiap untuk data ekonomi utama, peristiwa makroekonomi, dan amandemen Ethereum ETF S-1. Selain itu, penerapan regulasi MiCA Uni Eropa pada bulan Juli juga menjadi pusat perhatian," ujarnya dalam riset, Senin (1/7/2024).
Baca Juga
Bitcoin Jadi Trending, Disusul PeiPei yang Terbang 60% dan Biaoqing 36%
Analis Bloomberg memperkirakan Selasa (2/7/2024) esok, SEC akan mengeluarkan komentar tambahan pada formulir S-1 yang diajukan oleh penerbit ETF ETH. Jika ada sentimen positif, menambah optimisme pasar, peluncuran yang sukses dapat memberikan dorongan signifikan terhadap harga Ethereum dan sentimen pasar secara keseluruhan.
Peraturan pasar aset kripto MiCA Uni Eropa akan mulai berlaku. Peraturan ini akan memperkenalkan salah satu kerangka kerja regulasi komprehensif pertama untuk perdagangan kripto di pasar keuangan utama. Namun, studi terbaru oleh Acuiti dan Eventus mengungkapkan bahwa 91% perusahaan yang terdampak tidak siap dengan persyaratan MiCA.
Oleh karena itu, penerapan peraturan ini diharapkan dapat mengubah industri ini. Hal ini menekankan perlunya mendesak bagi perusahaan untuk mempercepat upaya kepatuhan mereka. Hal ini berpotensi menyebabkan gangguan dan volatilitas pasar dalam jangka pendek.
Namun dalam jangka panjang, MiCA bertujuan untuk meningkatkan stabilitas pasar dan perlindungan investor, yang dapat mendorong partisipasi institusional yang lebih besar di pasar kripto.
Selain itu, pada Rabu (3/7/2024), The Fed akan merilis notulen rapat FOMC bulan Juni. Setiap petunjuk mengenai sikap hawkish dapat membebani pasar kripto, karena suku bunga yang lebih tinggi biasanya mengurangi daya tarik aset-aset berisiko seperti kripto. Di sisi lain, indikasi stabilitas suku bunga yang berkepanjangan atau sentimen dovish dapat mendukung sentimen pasar dan harga kripto.
Data pasar tenaga kerja AS akan menjadi perhatian utama minggu ini. Akan ada beberapa rilis yang memberikan gambaran menyeluruh tentang tren ketenagakerjaan, seperti tingkat pengangguran AS, diperkirakan tetap stabil di angka 4,0%. Setiap penyimpangan dapat memengaruhi persepsi pasar terhadap stabilitas ekonomi dan tindakan kebijakan Fed di masa mendatang.
Sentimen Crypto Fear & Greed Index di awal Juli ini pun membaik. Pada Senin (1/7/2024), indeks berada di kategori Neutral dengan 53 poin, naik dari 47 poin sehari sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan dan minat investor terhadap pasar kripto sedang meningkat.
Peningkatan dalam indeks ini sering kali diiringi oleh pergerakan harga yang lebih stabil dan kenaikan volume perdagangan, menandakan potensi bullish yang lebih kuat untuk Bitcoin dan kripto lainnya di bulan Juli. Dengan sentimen yang semakin positif, ada kemungkinan bahwa pasar akan terus menunjukkan performa yang menguntungkan, terutama jika didukung oleh perkembangan dan berita positif dalam ekosistem kripto.
"Kondisi ini menunjukkan adanya sinyal bearish jangka pendek tetapi tetap bullish dalam jangka panjang," katanya.
Baca Juga
Harga Bitcoin Melemah, Namun Memecoin dan Token AI Menguat. Sinyal Apa Bagi Pasar Kripto?
Fyqieh menyebut, penembusan BTC di atas level resistensi US$ 64.000 dapat mendukung pergerakan menuju EMA 50-day. Jika BTC berhasil menembus EMA 50-day, pembeli kemungkinan akan mendorong harga menuju level resistensi US$ 69.000.
"Faktor eksternal seperti politik di Amerika Serikat, perkembangan kasus SEC versus kripto, dan tren arus ETF BTC-spot AS juga perlu diperhatikan karena dapat mempengaruhi harga BTC," kata Fyqieh.
Di sisi lain, penurunan di bawah level support US$ 60.365 dapat menandakan potensi penurunan lebih lanjut menuju EMA 200 hari. Investor harus memantau pergerakan ini dengan cermat untuk menentukan strategi perdagangan yang tepat.

