Jokowi Tak Ingin Kota di Indonesia Mencekam seperti di Eropa dan Amerika
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko (Widodo) tak ingin kota-kota di Indonesia seperti di Eropa dan Amerika. Menurutnya, banyak kota-kota di Eropa dan Amerika yang mencekam karena tingginya pengangguran dan tunawisma.
Demikian disampaikan Jokowi dalam sambutan pembukaan Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Balikpapan Sport and Convention Center, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (4/6/2024).
Baca Juga
Buka Rakernas Apeksi, Jokowi Ingatkan Perencanaan Kota Masa Depan
"Jangan sampai kita memiliki kota yang sekarang ini banyak terjadi di Eropa maupun di Amerika, kota kota yang mencekam karena pengangguran banyak, karena homeless banyak, dan kita tidak ingin itu terjadi di negara kita, Indonesia," kata Jokowi dikutip dari siaran Youtube Sekretariat Presiden.
Untuk mencegah hal tersebut, Jokowi mengingatkan, setiap pemerintah kota harus menyiapkan rencana tata kota secara mendetail. Hal ini penting karena beban kota akan semakin berat.
Sebanyak 70% penduduk Indonesia diprediksi berada di perkotaan pada 2045. Kemudian, 80% penduduk dunia akan berada di perkotaan pada 2058. Dengan perencanaan yang matang, Jokowi berharap kota-kota di Indonesia menjadi hunian yang nyaman bagi warga.
Jokowi menginginkan seluruh kota di Indonesia nyaman dihuni dan dicintai warganya.
"Kita ingin menjadikan semua kota itu lifeable nyaman dihuni dan juga loveable. Orang yang berkunjung ke sana senang untuk kembali berkunjung dan orang yang tinggal di situ juga sangat mencintai kotanya karena memberi pelayanan publik yang baik kepada masyarakat," katanya.
Dalam kesempatan ini, Jokowi menyatakan kota masa depan bukanlah kota modern dengan banyak gedung pencakar langit. Menurutnya, kota masa depan adalah kota yang ramah bagi seluruh warganya.
"Sudah mulai ada sebuah paradigma baru kota yang baik adalah kota yang ramah pejalan kaki, kota yang baik adalah yang ramah penyandang disabilitas, kota yang ramah bagi pesepeda, kota yang ramah terhadap perempuan, kota yang ramah pada lingkungan. Artinya kota ini harus green, smart, dan friendly," katanya.
Baca Juga
Jokowi Akan Ground Breaking Proyek Kolaborasi Pertamina dan Bakrie Group di IKN
Mantan Wali Kota Solo ini mengatakan, membangun kota bukan membangun gedung dan beton. Membangun kota harus memperhatikan aspek lingkungan.
"Ada pedestrian, enggak ada pohonnya sehingga kita ini negara tropis, panas. Jadi tidak ada yang mau berjalan kaki karena tidak ada peneduhnya. sehingga penghijauan itu jadi perhatian semua kota dan saya senang Balikpapan menjadi kota yang saya senangi karena penghijauannya baik. juga Surabaya baik, yang lain-lain saya tunggu," tegasnya.

