Israel Teruskan Serangan, Malam Tahun Baru 2024 Mencekam di Jalur Gaza
GAZA, Investortrust.id - Ketika seluruh dunia berpesta dan bersuka ria menyambut Tahun Baru 2024, suasana di Palestina justru sebaliknya, diliputi kemuraman dan keprihatinan. Situasi tegang dan mencekam. Terutama di Jalur Gaza, lokasi yang menjadi sasaran utama serangan militer Israel.
Baca Juga
Reruntuhan di mana-mana. Jenazah korban pun masih banyak yang belum dievakuasi, mengingat jumlah Tim SAR yang terbatas, seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu (31/12).
Serangan membabi buta militer Israel menyebabkan lebih dari 20 ribu korban meninggal. Selain itu, 1,5 juta warga Palestina kehilangan tempat tinggal. Mereka dipaksa untuk mengungsi atau meninggalkan tanah kelahirannya.
World Health Organization (WHO) menyebutkan Jalur Gaza sebagai tempat paling tak aman untuk ditinggali saat ini. Banyak negara telah mengecam Israel.. Tapi, jangankan menghentikan serangan, militer Israel justru terus menggempur Hamas.
Menteri Luar Negeri Eli Cohen mendukung tindakan yang dilakukan pemerintah Israel. Menurutnya, hal itu terjadi karena serangan Hamas tanggal 7 Oktober.
Seperti dikutip surat kabar Israel Maariv, Cohen menyebutkan bahwa pembicaraan mengenai pemukiman di Jalur Gaza adalah hal yang “prematur” dan pemulihan keamanan merupakan hal yang ‘lebih penting’.
Israel menginginkan perbatasan Jalur Gaza dan Mesir harus berada di tangan Israel demi terciptanya perdamaian. “Tidak akan ada Hamas, dan kami akan mengembalikan orang-orang yang diculik. Kami akan mengambil kendali keamanan di Jalur Gaza,” katanya.
Sejak 7 Oktober, setidaknya 21.672 orang di Gaza tewas dan 56.165 luka-luka akibat serangan Israel. Lebih dari 300 warga Palestina juga tewas dalam serangan tentara Israel dan pemukim di Tepi Barat yang diduduki.
Baca Juga
Serangan Darat Israel Timbulkan Banyak Korban, Uni Eropa Desak ‘Jeda Baru’ di Gaza

