Dubai Diguncang Serangan Balasan Iran, Rio Ferdinand Ceritakan Momen Mencekam
Poin Penting
|
DUBAI, investortrust.id – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah ikut dirasakan mantan kapten Manchester United, Rio Ferdinand. Eks bek Timnas Inggris itu mengungkap pengalaman menegangkan saat Dubai, tempat dia menetap bersama keluarganya, terdampak situasi konflik menyusul serangan balasan Iran terhadap kepentingan Amerika Serikat dan Israel di kawasan tersebut.
Beberapa titik strategis dilaporkan berada dalam status siaga tinggi, termasuk area sekitar bandara dan kompleks tertentu yang berkaitan dengan aset militer. Dentuman keras serta aktivitas udara yang intens membuat suasana kota berubah drastis dalam waktu singkat.
Ferdinand, yang telah tinggal di Dubai sejak tahun lalu, mengaku momen itu menjadi pengalaman yang tak biasa bagi dirinya dan keluarga. Dia menyebut kepanikan melanda semua orang.
Baca Juga
Arne Slot Tak Senang Liverpool Menang dengan Skenario Bola Mati
"Ini minggu yang berbeda bagi saya, tidak bohong. Pertama, saya dalam kondisi baik pagi ini karena seluruh keluarga melakukan latihan. Seperti saat pandemi Covid, seluruh keluarga melakukan hal-hal yang biasanya tidak kami lakukan bersama," kata Ferdinand, dalam podcast Rio Ferdinand Presents.
Ferdinand menggambarkan bagaimana suara ledakan dan lalu-lalang pesawat tempur sempat memicu kekhawatiran. Sebab, dirinya tidak tahu ke mana rudal balasan Iran akan mendarat.
"Hari ini sedikit belajar di rumah. Menakutkan saat mendengar rudal, pesawat, dan jet tempur, entahlah saya tidak tahu apa itu, melintas di atas kami, dan mendengar ledakan besar, dan kita tidak tahu apa itu karena tidak tahu detailnya," ungkap Ferdinand.
Sebagai ayah, Ferdinand berusaha menjaga situasi tetap kondusif di dalam rumah, terutama demi anak-anaknya. "Menjelaskan kepada anak-anak apa yang terjadi dan membantu mereka melewati momen ini sangatlah penting, terutama sebagai ayah di rumah. Anda ingin mencoba tetap tenang dan menjaga semua orang sebisa mungkin tetap tenang," katanya.
Meski mengakui situasi tersebut cukup menegangkan, dia menegaskan keluarganya dalam kondisi aman dan mengikuti arahan keselamatan yang diberikan otoritas setempat.
"Saya harus jujur, teman-teman, situasinya memang cukup menakutkan, tapi anehnya, saya merasa sangat aman dan terawat. Studio saya telah menjadi bunker saya. Kami disarankan untuk turun ke basement pada malam pertama ketika semua keributan dimulai, dan kami tidur di sini dengan selimut dan sebagainya. Kami memanfaatkan ruang ini dengan sebaik-baiknya," ungkap Ferdinand.
Baca Juga
Catat! Harga Tiket FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno

