Terbitkan Obligasi Rp 5 Triliun, Adhi Karya (ADHI) Kantongi Peringkat idA- Prospek Stabil
JAKARTA, investortrust.id – PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idA- atas rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dengan ni,ai pokok Rp 5 triliun.
ADHI bermaksud menggunakan dana tersebut untuk pembiayaan kembali utang jatuh tempo dan modal kerja. Di saat yang sama, Pefindo menegaskan peringkat idA- untuk ADHI, Obligasi Berkelanjutan II, dan Obligasi Berkelanjutan III milik PT Adhi Karya Tbk.
‘’Prospek untuk peringkat Perusahaan adalah stabil,’’ urai Analis Pefindo Yogie Perdana dan Randhya Musapratikno dalam keterangan yang dikutip, Senin (1/7/2024).
Baca Juga
IHSG Cenderung Sideways, Saham INCO, TLKM, CUAN dan BUKA Berpotensi Naik
Peringkat ini berlaku sejak 15 Maret 2024 hingga 1 Maret 2025, merupakan lanjutan dari rating sebellumnya idA- pada periode Agustus 2023.
Lebih lanjut dikatakan, peringkat ADHI mencerminkan pandangan Pefindo mengenai peran penting ADHI bagi pemerintah, posisi pasar ADHI yang kuat, keuntungan sebagai perusahaan konstruksi milik negara, dan sinergi yang kuat dengan anak perusahaan yang akan mendukung pada stabilitas marjin.
Namun, peringkat dibatasi oleh leverage yang tinggi dan proteksi arus kas yang lemah, risiko eksekusi terkait dengan pertumbuhan order book, serta lingkungan bisnis yang volatile di sektor konstruksi.
Peringkat dapat dinaikkan jika ADHI dapat mempertahankan kebijakan terhadap proyek investasi yang disiplin yang didukung oleh order book yang kuat dan dapat dieksekusi dengan baik serta diikuti dengan perbaikan metrik kredit secara berkelanjutan.
‘’Kami dapat menurunkan peringkat jika ADHI menambah utang secara signifikan dari yang diproyeksikan akibat dari kebijakan yang lebih agresif terhadap investasi atau eksekusi yang lebih lemah dari yang diproyeksikan atas order book-nya, sehingga leverage menjadi lebih tinggi dan rasio cakupan bunga melemah secara berkelanjutan,’’ ujarnya.
Pefindo juga dapat menurunkan peringkat jika diyakini akses terhadap pendanaan memburuk yang dapat berdampak pada kapasitas ADHI untuk membayar utangnya.
Baca Juga
Pendapatan ALTO Anjlok 64% di Kuartal I-2024, Rugi Bersih Malah Turun
Tekanan terhadap peringkat juga dapat terjadi jika terdapat bukti melemahnya dukungan dari pemerintah kepada ADHI yang tercermin dari divestasi saham yang material dan penurunan tingkat pengendalian, atau terbatasnya indikasi akan adanya dukungan luar biasa dari pemerintah saat ADHI menghadapi tekanan keuangan.
Sebagai catatan, ADHI didirikan pada tahun 1960 dan merupakan perusahaan kontraktor milik negara yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Bisnis ADHI diklasifikasikan menjadi empat segmen utama: konstruksi; engineering procurement and construction (EPC); properti dan realti; dan infrastruktur investasi.
Per 31 Desember 2023, pemerintah Indonesia memiliki 64,3% saham di ADHI dan sisanya dimiliki publik.

