Anak Usaha Batu Bara Hasnur Group Kantongi Peringkat idA dengan Prospek Stabil
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan tambang batu bara milik Hasnur Group, PT Hasnur Jaya International (HAJI), mengantongi peringkat idA dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Analis Pefindo Kresna Wiryadan dan Fahrinaldi Akbar menyampaikan, peringkat idA mencerminkan operasi yang terintegrasi vertikal dengan baik serta struktur permodalan yang konservatif dan proteksi arus kas yang kuat.
‘’Peringkat dibatasi oleh profil bisnis yang terkonsentrasi serta paparan terhadap harga komoditas yang berfluktuasi dan risiko lingkungan,’’ ulas Analis Pefindo dalam pernyataan yang dikutip, Rabu (19/6/2024).
Peringkat dapat dinaikkan jika Perusahaan semakin memperkuat profil bisnisnya dengan melakukan diversifikasi produk, atau mengoperasikan tambang-tambang lain dengan tetap mempertahankan struktur permodalan yang konservatif.
Baca Juga
Genjot Kinerja Operasional, Hasnur Internasional Shipping (HAIS) Lakukan Ini
‘’Kami dapat menurunkan peringkat apabila pendapatan atau EBITDA dari HAJI menurun signifikan dibandingkan proyeksi keuangan yang dapat memperburuk struktur permodalan dan perhitungan proteksi arus kas,’’ tuturnya.
Peringkat juga dapat berada dibawah tekanan apabila harga batu bara jatuh yang akan berdampak buruk bagi profil keuangan HAJI.
Sebagai catatan, PT Hasnur Jaya International adalah bagian dari Grup Hasnur yang bergerak di industri pertambangan batu bara. Perusahaan memiliki satu tambang batu bara di bawah PT Bhuma Rantau Energi, satu kontraktor tambang batubara di bawah PT Hasnur Riung Sinergi dan juga memiliki jalan tambang dan pelabuhan sebagai pendukung infrastruktur.
Per 31 Desember 2023, pemegang saham Perusahaan adalah PT Hasnur Jaya Utama (96,57%), Haji Rahmadi HAS (0,49%), Jayanti Sari (0,49%), Hj. Nila Susanti (0,49%), Hasnuryadi Sulaiman (0,49%), Hasnuryani (0,49%), Yuni Abdi Sulaiman (0,49%), dan Zainal Hadi HAS HB (0,49%).
Baca Juga
Inilah Strategi Hasnur Internasional (HAIS) Bersaing di Bisnis Logistik
Peringkat idA berlaku mulai 3 Juni 2024 hingga 1 Mei 2025. Adapun Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.
‘’Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi,’’ pungkas analis Pefindo.

