Dua Surat Utang Adhi Karya (ADHI) Kantongi Peringkat idA- dengan Outlook Stabil
JAKARTA, investortrust.id – Emiten konstruksi pelat merah, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mendapat peringkat idA- dengan outlook stabil dari lembaga rating Pefindo.
Peringkat ini diberikan Pefindo untuk Obligasi Berkelanjutan (PUB) II, dan Obligasi PUB III yang diterbitkan ADHI. Pefindo menyebut, peringkat terbaru tersebut berlaku pada 15 maret 2024 hingga 1 Maret 2025.
“Peringkat ADHI mencerminkan pandangan kami mengenai peran penting ADHI bagi pemerintah, posisi pasar ADHI yang kuat, keuntungan sebagai perusahaan konstruksi milik negara, dan sinergi yang kuat dengan anak perusahaan yang akan mendukung peningkatan marjin,” urai Analis Pefindo, Yogie Perdana dan Randhya Musapratikto dikutip, Senin (19/3/2024).
Baca Juga
Adhi Karya (ADHI) Catat Lompatan Laba 203% Menjadi Rp 222,63 Miliar Tahun 2023
Namun, kata dia, peringkat dibatasi oleh leverage yang tinggi dan proteksi arus kas yang lemah, risiko eksekusi terkait dengan pertumbuhan order book, serta lingkungan bisnis yang volatil.
Peringkat dapat dinaikkan jika ADHI dapat mempertahankan kebijakan terhadap proyek investasi yang disiplin yang didukung oleh order book yang kuat dan dapat dieksekusi dengan baik serta diikuti dengan perbaikan metrik kredit secara berkelanjutan.
“Sebaliknya kami dapat menurunkan peringkat jika ADHI menambah utang secara signifikan dari yang diproyeksikan akibat dari kebijakan yang lebih agresif terhadap investasi atau eksekusi yang lebih lemah dari yang diproyeksikan atas order book-nya, sehingga leverage menjadi lebih tinggi dan rasio cakupan bunga melemah secara berkelanjutan,” urainya.
Baca Juga
Cum Date Hari Ini, Jangan Terlewat Peluang Dividen Bank Mandiri (BMRI)
Selain itu, Pefindo juga dapat menurunkan peringkat jika diyakini akses terhadap pendanaan memburuk yang dapat berdampak pada kapasitas ADHI untuk membayar utangnya.
Tekanan terhadap peringkat juga dapat terjadi jika terdapat bukti melemahnya dukungan dari pemerintah kepada ADHI yang tercermin dari divestasi saham yang material dan penurunan tingkat pengendalian, atau terbatasnya indikasi akan adanya dukungan luar biasa dari pemerintah saat ADHI menghadapi tekanan keuangan.
Sebagai catatn, ADHI didirikan pada tahun 1960 dan merupakan perusahaan kontraktor milik negara yang bergerak di bidang jasa konstruksi.
Bisnis ADHI diklasifikasikan menjadi empat segmen utama: konstruksi; engineering procurement and construction (EPC); properti dan realti; dan infrastruktur investasi. Per 31 Desember 2023, pemerintah Indonesia memiliki 64% saham di ADHI dan sisanya dimiliki publik.
Sebelumnya Lembaga rating Pefindo menyematkan mendapat peringkat idA- dengan outlook stabil untuk dua surat utang ADHI, yaitu Obligasi Berkelanjutan (PUB) II, dan Obligasi PUB III yang diterbitkan ADHI.
Pefindo menyebut, peringkat terbaru tersebut berlaku pada 15 maret 2024 hingga 1 Maret 2025.
“Peringkat ADHI mencerminkan pandangan kami mengenai peran penting ADHI bagi pemerintah, posisi pasar ADHI yang kuat, keuntungan sebagai perusahaan konstruksi milik negara, dan sinergi yang kuat dengan anak perusahaan yang akan mendukung peningkatan marjin,” urai Analis Pefindo, Yogie Perdana dan Randhya Musapratikto dikutip, Senin (19/3/2024).
Namun, kata dia, peringkat dibatasi oleh leverage yang tinggi dan proteksi arus kas yang lemah, risiko eksekusi terkait dengan pertumbuhan order book, serta lingkungan bisnis yang volatil.
Sebaliknya, peringkat dapat dinaikkan jika ADHI dapat mempertahankan kebijakan terhadap proyek investasi yang disiplin yang didukung oleh order book yang kuat dan dapat dieksekusi dengan baik serta diikuti dengan perbaikan metrik kredit secara berkelanjutan.

