Saham Bank Papan Atas Melesat Tiga Hari Beruntun, Tren Rebound?
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten bank papan atas mencatatkan pengutan pesat dalam tiga hari beruntun, tertinggi dibukukan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Penguatan tersebut berimbas terhadap lompatan indeks harga saham gabungan Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga kembali bertengger di atas 7.000 pada intraday sesi I, Jumat (28/6/2024).
Berdasarkan data BEI, saham BBRI telah melesat dari level Rp 4.380 menjadi Rp 4.610 dalam tiga hari transaksi atau menguat 5,25%. Penguatan selanjutnya melanda saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dari Rp 4.480 menjadi Rp 4.670 atau naik 4,24%.
Baca Juga
Begitu juga dengan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) telah melesat dari Rp 5.925 menjadi Rp 6.150 atau menguat 3,79% dalam tiga hari beruntun. Sedangkan penguatan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dari level Rp 9.600 menjadi Rp 9.850 menguat 2,6%.
Kenaikan serupa juga melanda saham bank syariah terbesar di Indonesia ini, yaitu saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) melesat dari level Rp 2.500 menjadi Rp 2.610 atau melesat 4,4%. Lompatan harga juga melanda hampir seluruh saham bank, termasuk bank digital seperti PT Bank Jago Tbk (ARTO).
Melihat pola pergerakan ini, apakah saham bank papan atas memasuki tren penguatan ke depan? Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano dalam riset terakhirnya menyebutkan bahwa saat ini merupakan momentum paling tepat untuk memburu saham bank papan atas. Penilaian tersebut didasarkan faktor penurunan harga saham sektor ini sudah terlalu dalam di tengah kualitas aset yang masih terjaga dengan baik.
Baca Juga
BCA (BBCA) Beberkan Dampak Positif dan Tantangan Perkembangan Teknologi di Industri Finansial
Berdasarkan data kredit usaha kecil menengah (UMKM) dan consumer memang menunjukkan kenaikan rasio NPL, namun angkanya masih berada di level aman. Sedangkan rasio NPL di luar kredit UMKM justru masih menunjukkan perbaikan ke level 1,8% per Maret 2024. Angka tersebut lebih baik dari Maret 2023 sekitar 2,2 kali.
Kenaikan rasio NPL kredit UMKM menjadi 4% pada Maret 2024, dibandingkan Desember 2023 sekitar 3,7%. BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa asio tersebut sebenarnya masih lebih rendah dari puncaknya 4,7% pada tahun fiscal 2017 dan 4,5% pada tahun fikal 2021.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahnakn rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.300, saham BMRI dengan target harga Rp 7.400, saham BBNI dengan target harga Rp 6.800, dan saham BRIS dengan target harga Rp 2.700.
Baca Juga
Saham Bank Bangkit! Kondisi Kuartal II Diprediksi Lebih Baik
Sedangkan Mandiri Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin, mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 6.000. Meskipun biaya kredit masih menunjukkan kenaikan hingga mei.
Pandangan positif terhadap saham bank juga sebelumnya diberikan tim riset Samuel Sekuritas. Sekuritas tersebut mematok rekomendasi beli terhadap empat saham bank papan atas, yaitu saham BBCA dengan target harga Rp 10.800, BBRI dengan target harga Rp 5.000, BMRI dengan target harga Rp 7.400, dan BBNI dengan target harga Rp 5.400.
Grafik Saham Bank 5 Hari Transaksi
