IHSG Sesi I Melesat 0,77%, Saham Bank Papan Atas Rebound
JAKARTA, investortrust.id – Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (27/6/2024), ditutup melesat 53,3 poin menjadi 6.958,94. IHSG bergerak dalam rentang 6.905-6.965 dengan nilai transaksi Rp 3,83 triliun.
Penopang utama kenaikan indeks berasal dari saham ektor teknologi dan keuangan dengan kenaikan masing-masing 0,92% dan 1,22%. Saham bank papan atas, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI berhasil cetak penguatan hingga akhir sesi I.
Baca Juga
Penguatan indeks juga didukung kenaikan saham emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebanyak 0,51% menjadi 9.800. Saham besutan Prajogo Pangestu ini konsisten naik sejak dikeluarkan dari papan pemantauan khusus.
Sedangkan saham dengan kenaikan harga paling pesat, yaitu saham PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) naik 31,91% menjadi Rp 186, PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS) menguat 28,36% menjadi Rp 86, dan PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) naik 18,35% menjadi Rp 129.
Sebaliknya penurunan dalam melanda beberapa saham berikut, yaitu saham PT Selasara Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) turun 12% menjadi Rp 154, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) turun 9,88% menjadi Rp 310, dan PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) melemah 7,78% menjadi Rp 166.
Kemarin, IHSG ditutup menguat 22,94 poin (0,33%) menjadi 6.905,64. Pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 313,95 miliar di seluruh pasar.
Baca Juga
Samudera Indonesia (SMDR) Ungkap Minat Buka Trayek Kapal Perintis
Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 104,68 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 82,54 miliar, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) senilai Rp 40,37 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 36 miliar, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 35,44 miliar.
Kenaikan indeks didukung sejumlah sektor saham, seperti saham sektor material dasar 1,14%, sektor energi 0,51%, sektor kesehatan 0,42%, sektor consumer non pimer 0,41%, dan sektor infrastruktur 0,42%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industry, keuangan, dan teknologi.
Grafik IHSG

