The Fed Ragu Turunkan Bunga, Kurs Rupiah Melemah ke Rp 16.077/USD
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan di pasar spot Senin (13/5/2024) pagi. Mata uang hard currency seperti euro juga melemah terhadap greenback.
Kurs mata uang Garuda tercatat berada di Rp 16.077/USD hingga pukul 8.10 WIB. Merujuk data Yahoo Finance, rupiah melemah 38 poin atau 0,24% dibanding hari perdagangan sebelumnya.
Baca Juga
Harga Emas Antam Masih Parkir di Rp 1.333.000 per Gram Senin Pagi
Secara year to date, rupiah juga melemah terhadap dolar AS. Koreksi tercatat mencapai 4,51% year to date.
Analis InvestasiKu Cheril Tanuwijaya membeberkan, pasar memperkirakan The Fed kembali ragu menurunkan suku bunga acuan Amerika Serikat. "Semula, klaim pengangguran mingguan AS yang berakhir pada 4 Mei 2024 lalu menunjukkan tanda pelemahan pada sektor tenaga kerja, yang ditunjukkan dengan kenaikan klaim pengangguran ke level tertinggi sejak Agustus 2023. Namun, menjelang akhir pekan lalu, rilis data indeks sentimen konsumen AS periode Mei 2024 yang dirilis oleh University of Michigan justru mengikis harapan pemangkasan suku bunga," katanya saat membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Senin (13/5/2024).
Baca Juga
Ia menjelaskan lebih lanjut, beberapa hal menjadi penyebab ketidakpastian, seperti pemilu AS. Selain itu, konflik di Timur Tengah dan meluasnya protes pro-Palestina di perguruan tinggi AS.
Para pejabat The Fed juga turut memberikan komentar di akhir pekan lalu, yang seluruhnya kompak mengatakan bahwa dengan berbagai data ekonomi saat ini belum meyakinkan bahwa inflasi akan turun ke level 2%. Hal ini membuat The Fed membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memangkas suku bunga acuan di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu.
Fokus Data Inflasi
Pekan ini, ujar Head of Research Mega Capital tersebut, fokus pasar akan tertuju pada data inflasi AS periode April 2024 yang rilis di pertengahan pekan dan komentar dari berbagai pejabat The Fed di sepanjang pekan. Rilis data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan akan mendukung penguatan kemungkinan penurunan Fed funds rate (FFR).
Sementara itu, euro tercatat melemah ke 0,9283/USD pagi ini. Sedangkan secara year to date, euro melemah 2,63% terhadap dolar AS.

