Ini Sejarah Halving Bitcoin 2012–2024, Masih Ada 28 Halving Lagi
JAKARTA, investortrust.id -- Sejak kelahirannya pada tahun 2009, Bitcoin (BTC) telah menjadi pusat perhatian dalam dunia keuangan global. Dari berbagai peristiwa yang membentuk perjalanannya, salah satu yang paling penting adalah proses halving, yang telah menjadi titik fokus utama bagi para pengamat dan pelaku pasar.
Dengan mengurangi reward bagi para penambang, halving Bitcoin telah menjadi momen penting yang secara signifikan memengaruhi ekosistem aset kripto. Dari tahun 2012 hingga 2024, sejarah halving Bitcoin telah mengilustrasikan evolusi dan pertumbuhan matangnya, sementara juga memberikan pandangan tentang masa depannya.
Namun halving tahun ini yang akan terjadi kurang dari 24 jam lagi bukanlah yang terakhir, tercatat masih tersisa 28 halving lagi dalam perjalanan Bitcoin. Secara total dikutip dari Pintu, Jumat (19/4/2024) tercatat akan ada 32 halving Bitcoin.
Berikut sejarah halving Bitcoin:
1. Sejarah Halving Pertama di 2012: Awal Mula Tradisi Empat Tahunan
Pada November 2012, komunitas Bitcoin menyaksikan halving pertama, di mana hadiah blok berkurang dari 50 BTC menjadi 25 BTC. Ini menandai era baru dalam distribusi Bitcoin, membatasi pasokan dan memicu diskusi tentang dampaknya terhadap nilai.
Halving pertama ini tidak hanya menandai penurunan pasokan baru Bitcoin ke pasar, tetapi juga memulai tradisi yang akan terus memengaruhi ekonomi kripto selama bertahun-tahun. Dengan pasokan yang lebih terbatas, banyak yang berspekulasi tentang potensi kenaikan harga, meskipun pasar masih sangat muda dan tidak terduga.
2. Halving ke-2 di 2016: Ketika Bitcoin Mulai Menarik Perhatian Dunia
Pada Juli 2016, halving kedua terjadi, mengurangi hadiah blok menjadi 12,5 BTC. Ini terjadi di tengah meningkatnya kesadaran publik terhadap Bitcoin dan teknologi blockchain, menandai titik balik penting dalam penerimaan mainstream.
Halving ini datang di saat ketertarikan terhadap Bitcoin dan kripto lainnya mulai meningkat, dengan lebih banyak investor dan spekulan yang terjun ke pasar. Efek dari halving ini terasa luas, dengan harga Bitcoin yang akhirnya mencapai puncaknya di akhir 2017, mencerminkan dampak jangka panjang dari pengurangan pasokan.
Baca Juga
Simak Wejangan Penting JP Morgan dan Goldman Sachs Soal Halving Bitcoin !
3. Halving ke-3 di 2020: Era Baru Adopsi dan Spekulasi
Halving ketiga pada Mei 2020 menurunkan hadiah blok menjadi 6,25 BTC, terjadi di tengah booming kripto dan minat institusional yang meningkat. Ini menandai periode di mana Bitcoin tidak hanya dilihat sebagai aset spekulatif, tetapi juga sebagai potensi lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
Periode ini juga menandai peningkatan signifikan dalam adopsi kripto oleh perusahaan dan investor institusional, menambah legitimasi dan stabilitas pada pasar. Meskipun volatilitas tetap tinggi, banyak yang melihat halving sebagai katalis potensial untuk pertumbuhan harga jangka panjang.
4. Halving ke-4 di 2024: Apa yang Dapat Diharapkan?
Dengan halving berikutnya, komunitas kripto kembali bersiap untuk potensi perubahan dinamika pasar. Pengurangan hadiah blok menjadi 3,125 BTC akan menandai babak baru dalam evolusi Bitcoin, dengan banyak yang berspekulasi tentang dampaknya terhadap pasokan dan permintaan, serta harga secara keseluruhan.
Meskipun prediksi spesifik sulit, banyak yang melihat halving sebagai momen penting yang dapat memicu gelombang baru minat dan spekulasi di pasar kripto potensial. Hal ini tidak hanya memengaruhi Bitcoin tetapi juga pasar kripto secara lebih luas.
Baca Juga
Mayoritas Aset Kripto Menguat, Bitcoin Rebound Jelang Halving

