Bagaimana Gerak Harga Bitcoin Pasca Halving, Ini Kata Praktisi
Bitcoin (BTC), mata uang kripto terbesar di dunia sudah menyelesaikan halving Bitcoin, sebuah fenomena yang terjadi kira-kira setiap empat tahun. Lalu bagaimana gerak harga BTC usai halving ke-4 ini?
Praktisi pasar keuangan Christopher Tahir menilai, halving saat ini beda dengan tiga halving yang sebelumnya. Karena halving saat ini menurutnya sudah diawali dengan penembusan rekor harga sebelumnya.
“Sebelumnya rekor terjadi setelah halving, sehingga muncul optimisme pasar kalau musim kali ini dapat berlangsung lebih lama,” ujarnya kepada InvestorTrust, Sabtu (20/4/2024).
Meski demikian, melihat situasi terkini menurutnya harga BTC masih dapat menguat, melanjutkan reli kenaikannya. Adapun target berikutnya ada di US$ 100.000.
“Harusnya cenderung menguat hingga akhir tahun karena ada peningkatan likuiditas di Bitcoin. Perang tidak secara langsung juga berdampak. Karena Bitcoin biasanya jadi aset yang dibeli dikala ada perang,” kata Christopher.
Baca Juga
BlackRock Bitcoin ETF Akan Segera Lampaui Grayscale, Hanya Tersisa US$ 2 Miliar
Bitcoin pada Sabtu (20/4/2024) siang ini naik ke level US$ 64.155, dibandingkan pagi tadi yang hanya US$ 63.000-an. Level ini berada dibawah dari harga tertinggi sepanjang masa pada 14 Maret 2024 di US$ 73.797,68.
Mengutip Tokonews, peristiwa Bitcoin halving secara historis menandai kenaikan harga yang signifikan yang disebabkan oleh berkurangnya pasokan dan meningkatnya kelangkaan.
Salah satu pendiri CoinDCX Sumit Gupta mengatakan, halving yang akan datang ini berbeda dari pendahulunya, didorong oleh pertemuan faktor-faktor unik yang siap untuk membentuk kembali dinamika pasar.
Namun, pakar pasar skeptis bahwa BTC mungkin mengalami lonjakan signifikan. “Jika pola historis diikuti, harga BTC mungkin tidak akan mengalami lonjakan signifikan sebelum dua bulan setelah halving.
Namun, Bitcoin telah menentang hal tersebut dengan mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebelum halving, untuk pertama kalinya,” ujar VP WazirX Rajagopal Menon kepada Livemint.
Peristiwa Bitcoin halving di masa lalu, telah menyebabkan kenaikan harga, karena pengurangan pasokan dalam semalam.
“Namun, iterasi pengurangan separuh ini berbeda dengan ‘kejutan pasokan’ dan akan bertepatan dengan lonjakan besar dalam permintaan institusional yang didorong oleh ETF BTC spot,” kata Parth Chaturvedi, Investments Lead, CoinSwitch Ventures.
Baca Juga
Pencarian Bitcoin Halving Capai Puncak Tertinggi dalam Sejarah Penelusuran Google
Lebih lanjut, para ahli percaya bahwa pasar kripto diperkirakan akan mengalami volatilitas di tengah peristiwa halving.
“Dengan dinamika pasokan permintaan Bitcoin yang siap mengalami perombakan besar-besaran dengan 450 Bitcoin dicetak setiap hari dan 10,000 dibeli oleh ETF, harga dapat mengalami lonjakan yang signifikan. Aliran uang institusional di ETF telah meningkatkan sentimen pasar dan meningkatkan kapitalisasi pasar BTC. Investor harus mempertimbangkan faktor-faktor ini sebelum berinvestasi di Bitcoin sebelum halving,” ujar Menon dari WazirX.
Para ahli pun menyarankan investor untuk tetap waspada dan memantau aset Bitcoin dengan cermat.
“Investor didesak untuk mempertahankan sikap waspada, memantau dengan cermat narasi yang sedang berlangsung seputar Bitcoin Halving,” kata Gupta dari CoinDCX.

