Pencarian Bitcoin Halving Capai Puncak Tertinggi dalam Sejarah Penelusuran Google
Penelusuran Google untuk istilah Bitcoin halving telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa, melampaui rekor sebelumnya yang dibuat selama halving terakhir pada bulan Mei 2020. Menurut data Google Trends, yang menggunakan skala 100 poin untuk menentukan popularitas relatif dari frasa kunci, ada lebih banyak minat dari sebelumnya terhadap halving jaringan Bitcoin.
Minat terhadap istilah ini terus meningkat sejak awal tahun 2024, bersamaan dengan minat penelusuran terhadap frasa Bitcoin. Ini masih di bawah puncak minat penelusuran pada tahun 2017.
Lonjakan minat bulan ini penting mengingat reli Bitcoin (BTC) baru-baru ini terhenti, termasuk turbulensi minggu ini, yang membuatnya turun dari level tertinggi sekitar US$ 70.000 pada Jumat pekan lalu lalu menjadi US$ 63.000-an pada Sabtu (20/4/2024) pagi ini.
Kurang dari 60 blok jauhnya, halving Bitcoin keempat akan menyebabkan jumlah Bitcoin yang dibayarkan sebagai hadiah blok kepada penambang dipotong setengahnya dari 6,25 BTC saat ini menjadi 3,125 BTC.
Baca Juga
Breaking News: Halving Bitcoin 2024 Telah Tiba, Reli Bertahan
Halving ini penting karena sejumlah alasan, termasuk meningkatnya minat terhadap Bitcoin sebagai ekosistem pengembang, masuknya industri pertambangan AS setelah larangan Tiongkok, dan peluncuran ETF bitcoin spot yang relatif baru yang membantu memicu pasar yang kini surut.
“Ini adalah pertama yang dilakukan oleh para manajer aset utama AS tentang Bitcoin, dan tidak ada pendidikan Bitcoin yang lebih baik daripada mempelajari halving,” ucap kepala penelitian Galaxy Digital Alex Thorn dikutip dari CoinDesk, Sabtu (20/4/2024).
Secara terpisah, Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur mengungkapkan, harga Bitcoin kembali memperlihatkan kekuatan dengan berhasil menguji resistance.
“Kondisi pasar saat ini menunjukan potensi bagi Bitcoin untuk melampaui resistance kunci dan bergerak menuju moving average 20 hari (MA-20) yang berada di level US$ 67.000. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa pergerakan ini masih tergantung pada faktor-faktor pasar yang akan mempengaruhi sentimen investor,” katanya.
Indikator Stochastic, lanjut Fyqieh, menunjukan penguatan menuju area centerline. Hal ini menunjukan adanya momentum positif dalam pergerakan harga Bitcoin. Sementara itu, histogram bar MACD menunjukan adanya momentum bearish yang terbatas.
“Yang mengindikasikan bahwa kekuatan penurunan harga juga terbatas dalam jangka pendek,” jelasnya.
Baca Juga
Ini Sejarah Halving Bitcoin 2012–2024, Masih Ada 28 Halving Lagi
Padahal, dikatakan Fyqieh dalam beberapa waktu belakangan ini harga Bitcoin menunjukan tren penurunan, utamanya karena konflik geopolitik antara Iran dan Israel yang mempengaruhi pasar kripto secara keseluruhan.
Seperti diketahui, kondisi konflik antara Iran dan Israel semakin memanas, usai Jumat (19/4/2024) dini hari tadi dikabarkan Israel mengirimkan serangan misilnya ke Iran. Hal ini merupakan balasan atas serangan yang dilakukan Iran sebelumnya pada akhir pekan lalu.
Faktor lainnya dipengaruhi juga oleh angka penjualan ritel di Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan bulan Maret lalu. “Yang memperkuat keyakinan bahwa The Fed tidak mungkin menurunkan suku bunga secara terburu-buru pada tahun ini,” ujarnya.

