Laba COAL Milik Sujaka Lays Merosot, Harga Saham Tenggelam di Papan FCA
JAKARTA, investortrust.id – Emiten pertambangan batu bara milik konglomerat muda Sujaka Lays, PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 7,83 miliar di kuartal I-2024.
Catatan laba Perseroan tersebut mengalami penurunan sebesar 4,66% secara year on year (yoy) dari sebesar Rp 8,28 miliar pada periode yang sama tahun 2023.
Berdasarkan laporan keuangan interim COAL yang dikutip, Sabtu (15/6/2024), tertera bahwa, perolehan laba tersebut sejalan dengan jumlah pendapatan yang mengalami penurunan sebesar 41,39% secara yoy, menjadi Rp 109,02 di kuartal I 2024, dibanding sebesar Rp 186,36 miliar di kuartal I-2023.
Penurunan pendapatan membuat beban pokok pendapatan ikut turun menjadi sebesar Rp 91 miliar di kuartal I-2024 dari sebesar Rp 166,68 miliar pada kuartal I-2023. Alhasil laba kotor yang dicatatkan turun menjadi sebesar Rp 18,02 miliar dari Rp 19,67 miliar pada kuartal I-2023.
Baca Juga
Beli di Atas Harga Pasar, Sujaka Lays Tambah 1,4 Miliar Saham Black Diamond (COAL)
Seiring penurunan laba bersih, Perseroan mencatat laba per saham dasar turun menjadi Rp 1,25 pada kuartal I-2024 dari Rp 1,31 per saham pada kuartal I-2023.
Dari sisi neraca tercatat kenaikan total aset menjadi Rp 650,70 miliar per 31 Maret 2024 dibanding sebesar Rp 647,56 miliar pada 31 Desember 2023.
Adapun jumlah liabilitas mengalami penurunan menjadi Rp 314,85 miliar per 31 Maret 2024 dari posisi Rp 319,62 miliar pada periode 31 Desember 2023.
Sedangkan jumlah ekuitas mengalami kenaikan menjadi Rp 335,84 miliar per 31 Maret 2024 dari sebesar Rp 327,94 miliar pada periode 31 Desember 2023.
Sebagai catatan, Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukan saham COAL dalam papan pemantauan khusus (full call auction) sejak 31 Mei 2024, disebabkan karena harga rata-rata saham selama 6 bulan terakhir di Pasar Reguler dan/atau Pasar Reguler Periodic Call Auction kurang dari Rp 51.
Baca Juga
Usai Harga Melorot, Saham Emiten Sujuka Lays (COAL) Kini Ditinggal Investor
Sejak diperdagangkan dengan mekanisme full call auction (FCA) saham COAL terus merosot dari Rp 50 per saham pada 30 Mei 2024 hingga level terendah Rp 20 per saham pada 13 Juni 2024. Namun pada perdagangan saham 14 Juni 2024, saham COAL mulai terlihat geliat menguat ke level Rp 21 per saham.
Akumulasi penurunan saham COAL sejak diperdagangkan melalui mekanisme FCA tercatat mencapai 58%, sedangkan selama setahun terakhir akumulasi penurunan saham ini mencapai 77,17%.
Grafik Harga Saham COAL secara Ytd 2024:

