Usai Harga Melorot, Saham Emiten Sujuka Lays (COAL) Kini Ditinggal Investor
JAKARTA, Investortrust.id – Jumlah saham beredar maupun spublik emiten milik Sujuka Lays, PT Black Diamond Resoruces Tbk (COAL), mendadak bertambah dari 29,56% menjadi 42,23%. Hal ini dipicu aksi lepas dua pemegang saham besar perseroan.
Berdasarkan data registrasi pemegang saham COAL di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/10/2023), terungkap bahwa PT Esa Gemilang mengurangi kepemilikan saham COAL adri 8,78% menjadi 0,11%. Begitu juga dengan PT Alam Tulus Abadi melepas seluruh sahamnya sebanyak 4%.
Baca Juga
IHSG Terkoreksi Jelang Penutupan, Namun Lima Saham Ini Cetak ARA
Aksi jual tersebut memicu lonjakan saham beredar perseroan dari 29,56% menjadi 42,23% atau sebanyak 2,63 miliar saham. Sedangkan pemegang saham yang masih bertahan adalah Sujuka Lays selaku pengendali dengan kepemilikan 29,26%, Hendra Hasan Kustarjo sebanyak 18,4%, Arie Rinaldi 6%, dan Herry Sen 4%.
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham COAL kini berada di rentang Rp 51 per saham. Bahkan, dalam dua bulan terakhir saham COAL bermain di level Rp 50-54 per saham, dibandingkan dengan harga IPO saham ini level Rp 100 per saham pada 7 September 2023.
Saham emiten Sujuka Lays ini sempat melesat berkali-kali sejak listing perdana level Rp 100 hingga mencapai puncaknya level Rp 560 pada 22 September 2022. Usai mencapai level tertinggi sepanjang masa tersebut, saham COAL berangsur-angsur turun hingga akhirnya ke level Rp 51.
Baca Juga
Jumlah Listing Emiten Baru Pecah Rekor, Kinerja IHSG Cuma Naik Tipis-Tipis
Sedangkan dari sisi keuangan, laba bersih perseroan anjlok dari Rp 82,39 miliar menjadi Rp 40,73 miliar pada semester I-2023. Penurunan tersebut membuat laba per saham melorot dari Rp 6,52 menjadi Rp 16,49 per saham.
Sedangkan pendapatan perseroan justru melesat dari Rp 367,06 miliar menjadi Rp 414,83 miliar. Namun beban pokok penjualan melesat yang memicu penurunan signifikan laba bruto.

