Performa IHSG Ytd Merosot 7,39%, Asing Lanjut Buang Saham
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) moth do date (mth) Juni 2024 telah anjlok sebanyak 3,38% dari level 6.970.73 menjadi 6.734,83. Sedangkan penurunan year to date (ytd) 2024 telah anjlok dari posisi 7.272,80 mencapai 7,39%.
Penurunan dalam tersebut kontras dengan performa IHSG pada pertengahan Maret tahun ini sempat mencapai level tertinggi baru (all time high) sepanjang masa dengan penutupan 7.433 pada 14 Maret. Lompatan indeks saat itu ditopang penguatan saham-saham bank papan atas, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Penguatan juga didukung saham emiten Prajogo Pangestu.
Selain penurunan IHSG, BEI mencatatkan penurunan kapitalisasi pasar (market cap) dari Rp 11.674 triliun akhir 2023 menjadi Rp 11.486 triliun hingga pekan ini. Penurunan tersebut sejalan dengan koreksi IHSG sepanjang year to date.
Baca Juga
Mitrabara Adiperdana (MBAP) Raih Kontrak Jasa Pertambangan Rp 488 Miliar
Sedangkan penurunan indeks sepanjang pekan ini telah mencapai 2,36% menjadi 6,734,83. Level IHSG saat ini sudah berada di level terendah baru terhitung sejak akhir Oktober 2023. Pemicu utama koreksi indeks pekan ini datang dari seluruh sektir saham.
Berdasarkan data BEI, penurunan teradalam melanda saham sektor teknologi 5,32%, sektor saham industri 4,89%, sektor material dasar 3,50%, sektor konsumer primer 3,84%m dan sektor transportasi 3,77%.
Baca Juga
Penjualan Mobil Listrik Mei 2024 Meroket 39,91%, Ini Alasannya
Dengan pelemahan tersebut, kinerja IHSG BEI sepanjang pekan ini tercatat yang paling buruk di ASEAN dan Asia Pacifik. Di bawahnya bursa saham Filipina 2,0% dan Hang Seng Indeks terokreis 2,31%.
Begitu juga dengan pemodal asing terpantau masih melanjutkan aktivitas penjualan bersih (net sell) saham secara besar-besaran, terutama saham-saham bank papan atas. Hal ini menjadikan total net sell saham year to date sudah mencapai Rp 8,56 triliun.
Grafik IHSG

