Era Jokowi, Pemerintah Realisasikan Penyaluran KUR Sebesar Rp 1.739 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Sepanjang satu dekade pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pemerintah telah merealisasikan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 1.739 triliun kepada 48 juta debitur usaha mikro dan kecil menengah (UMKM). Diketahui angka tersebut tersalur sepanjang tahun 2015 hingga 30 September 2024.
Menurut Deputi Bidang Mikro Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) Yulius, KUR yang dikelola oleh pemerintah bertujuan untuk memberdayakan sektor UMKM sebagai pilar utama perekonomian nasional. Dia mengatakan KUR sendiri menawarkan suku bunga yang rendah dan dengan syarat lebih mudah.
"Sehingga pelaku usaha dapat memanfaatkan kredit tersebut untuk pengembangan usaha, peningkatan produksi, dan penciptaan lapangan kerja," kata Yulius dalam konferensi pers di kantor Kemenkop UKM, Jakarta, Selasa (8/10/2024).
Baca Juga
Target Kredit 30% Perbankan ke UMKM Meleset, Ini Penyebabnya
Berdasarkan hasil evaluasi per tahun 2023 lalu, Kemenkop UKM mencatat dari debitur yang dilakukan monitoring evaluasi (monev), sebanyak 93% di antaranya menggunakan KUR untuk modal kerja. Lalu 6% menggunakannya untuk investasi dan 1% sisanya digunakan untuk keperluan lain.
"Dari sebanyak 894 debitur KUR Skema Mikro dan Super Mikro, terdapat sebanyak 16% (144 orang) dikenakan agunan tambahan untuk pinjaman KUR di bawah Rp 100 juta," lanjut Yulius.
Kemudian, prioritas KUR kepada sektor produksi 53% responden merupakan UMKM sektor produksi, seperti pertanian, peternakan, dan perdagangan. Berikutya, surat izin usaha 71,8% masih mengajukan kredit memakai surat keterangan usaha (SKU), 27,3% memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), dan 0,9% memiliki pangan industri rumah tangga (PIRT).
Baca Juga
Kucuran Kredit Lebih Tinggi Ketimbang DPK, OJK: Ekspansi Usaha Meningkat
Sementara berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, capaian KUR triwulan I-2024, terdapat peningkatan kualitas dari sisi jumlah debitur baru, debitur yang mengalami graduasi dan penyaluran KUR di sektor produksi sebagai berikut.
"Capaian debitur baru sebesar 90,74%, debitur KUR yang mengalami graduasi ke skema pembiayaan yang lebih tinggi sebesar 18,76% dan penyaluran KUR di sektor produksi sebesar 55%," tutup Yulius.

