Mayoritas Emiten IPO Saham 2024 Terjerembab, Bahkan Masuk Papan Pemantauan Khusus
JAKARTA, investortrust.id – Tercatathanya 10 dari 24 emiten yang mencatatkan saham perdana atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2024 year to date (ytd) yang berhasil torehkan penguatan. Sisanya cetak penurunan harga, bahkan beberapa saham masuk papan pemantauan khusus akibat koreksi harga dalam.
Berdasarkan data BEI, penguatan harga dicatatkan saham DATA, AREA, VISI, HYGN, MKAP, MEJA, LIVE, ALII, MANG, dan NICE. Penguatan harga bervariasi mulai hingga tertinggi mencapai 260% yang diterorehkan PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP).
Baca Juga
Sedangkan 14 saham emiten lainnya mencatatkan penurunan harga terhitung sejak listing hingga penutupan perdagangan saham di BEI kemarin. Penurunan terdalam dicatatkan saham PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX) dengan koreksi 79% dari Rp 268 menjadi Rp 54, PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) anjlok 78% dari Rp 278 menjadi Rp 61, dan PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) melemah 69% dari Rp 170 menjadi Rp 52.
Bahkan, saham PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) yang baru mencatatkan saham perdana di BEI pada 8 Mei kini sudah berada di papan pemantauan khusus setelah saham ini disuspensi lebih dari satu hari perdagangan. Suspensi dipicu atas penurunan dalam saham tersebut dari level harga IPO Rp 110 per saham menjadi Rp 45 per saham.
Baca Juga
Tak hanya itu, harga saham empat emiten yang listing di BEI tahun 2024 ytd sudah berada di level terendah Rp 50 hingga ke bawah. Tiga saham tersebut adalah PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI), PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH), PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA), dan SOLA.

