IHSG Diprediksi Tetap Bearish, BRI Danareksa Sekuritas Jagokan ADRO dan ADMR
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/6/2024), diperkirakan bergerak bearish dan belum ada tanda-tanda signifikan untuk berbalik arah. Penurunan lebih lanjut tetap terbuka.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang dipublikasikan hari ini menyebutkan pergerakan indeks cenderung dalam rentang support 6.850 dan resistance 7.014. Belum terlihat tanda-tanda pembalikan arah trend, sehingga pemodal disarankan untuk mencermati potensi penurunan lebih lanjut.
Baca Juga
Cum Date 20 Juni, Ini Jumlah Dividen Tunai Kabelindo (KBLM) Tahun 2024
Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, saham ADRO dan ADMR layak untuk dicermati sepanjang hari ini. Saham ADRO direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.970-3.200 dan ADMR dengan target harga Rp 1.430-1.510. Sebaliknya saham BRMS dan INKP direkomendasikan jual.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi lompatan indeks Nasdaq sebanyak 1,53% dan S&P500 menguat 0,85%. Sebaliknya Dow Jones justru turun tipis, meskipun The Fed mengindikasikan pemangkasan tingkat suku bunga sekali tahun ini.
Baca Juga
Deretan Saham Syariah Ini Berpotensi Menguat, Cek Target Harganya!
IHSG kemarin ditutup melemah 5,59 poin (0,08%) ke level terendah baru year to date (ytd) 6.850. Pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 746,96, yaitu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 260,02 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 87,21 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 78,68 miliar.
Penurunan indeks dipicu atas koreksi hampir seluruh sektor saham, kecuali saham sektor infrastruktur. Pelemahan melanda saham sektor teknologi 2,24%, sektor transportasi 1,73%, sektor material dasar 1,04%, sektor keuangan 0,78%, dan sektor kesehatan 0,88%. Sedangkan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) kembali cetak ARA kemarin.
Grafik IHSG

