IHSG Ditutup Turun Tipis, tapi Sejumlah Saham Ini malah ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (12/6/2024), ditutup melemah tipis 5,59 poin (0,08%) ke level terendah baru year to date (ytd) 6.850. Level indeks hari ini tertolong lompatan kembali saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Meski masih diperdagangan di papan pemantauan khusus dengan mekanisme transaksi full call auction (FCA), saham BREN berhasil torehkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) Rp 725 (9,93%) menjadi Rp 8.025.
Baca Juga
Lompatan tersebut menjadikan saham sektor infrastruktur satu-satunya yang menguat hari ini mencapai 0,21%. Sisanya turun dalam, seperti sektor teknologi 2,24%, sektor transportasi 1,73%, sektor material dasar 1,04%, sektor keuangan 0,78%, dan sektor kesehatan 0,88%.
Meski IHSG kembali melemah, dua saham berhasil ARA PT Sekar Laut Tbk (SKLT) naik Rp 45 (34,88%) menjadi Rp 174 dan PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) melesat Rp 25 (34,25%) menjadi Rp 98.
Penguatan juga melanda saham PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI) menguat Rp 840 (24,28%) menjadi Rp 4.300, PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) naik Rp 14 (22,95%) menjadi Rp 75, dan PT Pulau Subur Tbk (PTPS) naik Rp 19 (19%) menjadi Rp 119.
Baca Juga
Sinar Eka Selaras (ERAL) Tebar Dividen Rp 51,87 Juta untuk Tahun Buku 2023
Sebaliknya pelememahan dalam melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) turun 23,65% menjadi Rp 226, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) melemah 17% menjadi Rp 83, PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) turun 15,25% menjadi Rp 50, PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) koreksi 13,43% menjadi Rp 1.225, dan PT Benteng Api Technic Tbk (BATR) turun 13,39% menjadi Rp 97.
IHSG kemarin ditutup merosot sebanyak 65,86 poin (0,95%) menjadi 6.855,69. Pemodal asing juga kembali melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,17 triliun, seperti saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 289,89 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 238,44 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 153,43 miliar.
Grafik IHSG

