Atlantis Subsea (ATLA) Raih 2 Kontrak Baru di Semester I-2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) mengumumkan perolehan dua kontrak baru dari PT Timas Suplindo di semester I-2024.
Kontrak baru yang didapatkan, merupakan kelanjutan dari proyek Gansar berupa pekerjaan survei bawah laut, dan Proyek CPOC JDA yang juga merupakan pekerjaan survei bawah laut.
Direktur Utama ATLA Yophi Kurniawan, mengatakan, pihaknya memiliki keinginan untuk memperluas cakupan bisnis, bukan hanya untuk industri oil and gas, tetapi juga sebagai penyedia jasa survei dan inspeksi pada industri lainnya.
“Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Perseroan telah memperoleh dua kontrak baru dan dua potensi proyek yang masih dalam tahap penjajakan,” urai Yophi Kurniawan dalam keterangan yang dikutip, Senin (10/6/2024).
Baca Juga
Atlantis Subsea (ATLA) Ungkap Strategi Bisnis Usai Terima Dana IPO Rp 120 Miliar
Lebih lanjut kata dia, biasanya setelah pekerjaan pertama selesai kemungkinan akan ada pekerjaan selanjutnya dari proyek tersebut. “Kedua proyek yang sudah diperoleh tersebut berasal dari klien kami yang sering bekerjasama dengan kami dan kami selalu dipercaya untuk mengerjakan proyek dari mereka yakni PT Timas Suplindo,” imbuhnya.
Selain itu PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk menyampaikan sedang dalam proses penjajakan dua potensi proyek dari calon klien baru. Namun Yophi belum mau mengungkap proyek sasaran tersebut karena masih dalam tahapan negosiasi
“Kami berharap dan berusaha dua proyek tersebut dapat kami peroleh di semester 2 tahun 2024”, jelas Yophi Kurniawan.
Terkait dengan kinerja akhir tahun 2023, Perseroan membukukan pendapatan proyek sekitar Rp 42 miliar. Sementara untuk tahun 2024, Yophi mengaku lebih optimistis akan lebih baik karena telah diperolehnya dana IPO yang akan meningkatkan modal ATLA.
Baca Juga
Beda Nasib Listing Perdana: Saham ATLA Sentuh ARA, MHKI Anjlok 10%
“Kami akan memaksimalkan dana tersebut untuk berusaha mendapatkan nilai kontrak yang lebih besar, karena sebelum-sebelumnya kami tidak bisa melakukan bidding untuk proyek-proyek bernilai besar dikarenakan kami belum memiliki modal yang cukup,” tutur dia.
Sebagai catatan, PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dibidang survei dan inspeksi, memiliki banyak pengalaman dalam proyek minyak dan gas offshore dilautan domestik maupun internasional.
Selain industri minyak dan gas, Perseroan juga memiliki pengalaman survei dan inspeksi untuk pemasangan jaringan kabel komunikasi bawah laut dan dapat juga dapat melayani survei untuk industri lainnya.
Perseroan menawarkan jasa Geophysical Survei untuk menentukan rute di laut, Construction Support yaitu jasa pendukung konstruksi bawah laut, Inspection Repair Maintenance Support untuk mendukung pekerjaan maintenance konstruksi bawah laut dan post construction support untuk inspeksi pasca selesainya konstruksi.
Beberapa porfolio Project yang pernah dikerjakan oleh Perseroan proyek ENI East Sepinggan EPCI Merakes dengan pelanggan Timas Sapura Offshore JV, proyek ENI merakes 7 Intervention Work dengan pelanggan PT Timas Samudera Indonesia.
Selanjutnya, proyek Bukit Tua Phase 2B di Selat Madura dengan PT Meindo Elang Indah, proyek EPCI of Well Head platform PTTEP di Laut Myanmar dengan pelanggan PT Timas Suplindo dan proyek Forel-Bronang Project di Bronang dengan pelanggan PT Meindo Elang Indah.
Grafik Harga Saham ATLA secara Ytd:
