Atlantis Subsea Indonesia (ATLA) Tetapkan Harga IPO Rp 100 per Saham
JAKARTA, investortrust.id – PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk, perusahaan yang bergerak dalam layanan survei untuk sektor energi menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Dikutip dari prospektus IPO, Selasa (2/4/2024), disebutkan, jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO ini sebanyak 1,2 miliar lembar saham atau mewakili 19,36%, dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan pasca IPO dengan nilai nominal Rp 8.
Masa penawaran umum perdana saham berlangsung 02 April 2024 hingga 04 April 2024, sedangkan harga pelaksanaan Rp 100 per saham. Dengan harga pelaksanaan IPO tersebut Perseroan dapat meraup dana sebesar Rp 120 miliar.
Baca Juga
Harga Terkoreksi 13,41%, Beli atau Jual Saham Telkom (TLKM)? Begini Pandangan Analis
Bersamaan dengan momentum IPO, Atlantis Subsea juga menerbitkan sebanyak 1,74 miliar Waran Seri I atau sebanyak 34,80% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham disampaikan.
Waran Seri I diberikan secara cuma‐cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan. Setiap pemegang 20 saham baru Perseroan berhak memperoleh 29 Waran Seri I dimana setiap 1 Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.
Adapun harga pelaksanaan waran sebesar Rp 300. Total dana dari Waran Seri I adalah maksimal sebanyak Rp 522 miliar.
Perseroan telah menunjuk PT Artha Sekuritas Indonesia selaku penjamin pelaksana emisi efek dengan komitmen kesanggupan penuh (full commitment) terhadap sisa saham yang ditawarkan dan tidak dipesan dalam penawaran umum perdana saham Perseroan.
Baca Juga
Maybank Indonesia (BNII) Tebar Dividen Rp 785 Miliar, Segini per Sahamnya
Terkait rencana penggunaan dana, seluruhnya setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi akan digunakan oleh Perseroan dengan mengalokasikan sebanyak 43,52% untuk pembelian peralatan guna menunjang kegiatan operasional Perseroan.
“Perseroan akan membeli peralatan tersebut dari PT Geosat Survei Indonesia. PT Geosat Survei Indonesia merupakan pihak yang tidak berafiliasi dengan Perseroan,” demikian dikutip dari Prospektus Perseroan, Senin (2/4/2024).
Sedangkan sisanya akan digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja seperti biaya instalasi peralatan (biaya sewa peralatan, biaya dukungan teknis, pekerjaan pengawasan dan supervisi teknis), biaya tenaga ahli, biaya penelitian dan survei, biaya perlengkapan survei, biaya transportasi dan akomodasi, biaya pemeliharaan, biaya sewa, gaji karyawan dan lain-lain.

