Saham Melesat ARA, Atlantis Subsea (ATLA) Ungkap Target Ini
JAKARTA, investortrust.id - PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) mebidik pertumbuhan laba bersih sebanyak 20% tahun 2024 atau usai menuntaskan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Target ini akan dikejar dengan sejumlah ekspansi, seperti pembelian alat guna menunjang operasional.
Atlantis Subsea (ATLA) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang survei dan layanan untuk perusahaan energi.
Baca Juga
Atlantis Subsea (ATLA) Incar Dana IPO Rp 144 Miliar, Masa Bookbuilding hingga 22 Maret
“Kami masih dalam tahapan proses audit ekternal untuk kinerja keuangan tahun 2023. Meski demikian, kami optimistis terhadap pertumbuhan kinerja keuangan tahun ini,” ujar Direktur Keuangan ATLA, Andreas Setiawan usai seremoni Pecatatan Umum Perdana Saham ATLA di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (16/4/2024).
Sementara itu, Direktur Utama ATLA Yophi Kurniawan Iswanto mengatakan, perseroan yakin terhadap prospek bisnis perseroan ke depan, karena bisnis survei sangat dibutuhkan dalam setiap kegiatan penelitian. “Kita eksplorasi, ataupun konstruksi di migas, tapi misi kami ingin berkembang di migas, hingga infrastruktur darat. Jadi, tidak hanya di laut,” tutur Yophi.
Yophi menjelaskan, perseroan mengawali misinya hanya berfokus di laut saja. Yophi menilai, di laut adalah pekerjaan yang membutuhkan standar yang paling tinggi dan paling susah.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Anjlok ke Level Terendah Baru Sejak Agustus 2021, Kapan Bisa Bangkit?
“Dan setelah kita berdiri, kita bisa menaklukkan standar yang paling tinggi dan paling susah itu, kita akan melakukan eksplasi ke darat. Dimana standar dan quality yang diperlukan tidak setinggi di laut. Jadi, kita sangat optimis dengan bisnis survei ini sebagai penunjang bagian migas,” imbuhnya.
ATLA juga telah melebarkan sayapnya hingga ke beberapa negara, seperti Thailand dan Malaysia. “Setelah IPO, kami akan tetap membuka diri terhadap potensi bisnis agar bisa berkembang, potensi kedepannya dari survei dan inspeksi masih sangat besar dan tidak hanya pada minyak dan gas, untuk energi baru terbarukan pun membutuhkan survei dan inspeksi,” ucapnya.
Dirinya menilai momentum IPO ini akan memberikan percepatan kepada kami untuk tumbuh sekaligus memperkuat pondasi keuangan kami untuk menghadapi tantang ekspansi di masa depan.
Baca Juga
Iran Serang Israel, Inilah Prediksi Rupiah hingga Harga Minyak Selasa
Terkait pergerakan harga saham ATLA pada pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ATLA ditutup melesat sampai auto rejection Atas (ARA) dengan kenaikan Rp 35 (35%) menjadi Rp 135. Sedangkan ATLA-W melesat ke level Rp 49.
Perseroan menggelar Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) dengan melepas 1,2 miliar saham. Angka tersebut setara dengan 19,36% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan. (CR-5)

