IHSG Lagi-lagi Ambruk 1,10%, Lima Saham Market Cap Besar Berguguran
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/6/2024), ditutup anjlok 76,95 poin (1,10%) ke level terendah baru dalam delapan bulan terakhir menjadi 6.897,75. Koreksi tersebut dipicu penurunan dalam saham-saham kapitalisasi pasar besar.
Level penutupan indeks hari ini merupakan level terendah baru terhitung sejak 15 November 2024 atau level terendah sepanjang tahun ini. Faktor utama penekan indeks berasal dari saham teknologi, saham keuangan, dan saham infrastruktur.
Baca Juga
Bidik Tambahan 100 Layar, Nusantara Sejahtera (CNMA) Tambah Bioskop di Bali
Penurunan dipengaruhi atas koreksi lima saham market cap besar ini, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak 1,68% menjadi Rp 9.325, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) ARB sebanyak 9,70% menjadi Rp 6.050.
Koreksi juga melanda saham-saham market cap besar lainnya, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 4,32% menjadi Rp 11.625, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melemah 2,39% menjadi Rp 8.500, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 3,33% menjadi Rp 4.350.
Baca Juga
ARB Berlanjut, BREN Kehilangan Market Cap Rp 696 Triliun hingga Turun ke Posisi Tiga
Meski IHSG melemah, dua saham berikut malah catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) dan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR). Saham PEGE melesat Rp 31 (34,07%) menjadi Rp 122 dan saham AGAR menguat Rp 74 (24,67%) menjadi Rp 374.
IHSG kemarin ditutup rebound sebanyak 27,23 poin (0,39%) menajdi 6.974,90. Pemodal asing kembali merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham di seluruh pasar Rp 592,23 miliar dengan net sell terbanyak lagi-lagi melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 370,24 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 71,34 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 67,26 miliar.
Grafik IHSG

