IHSG Rebound 1,64%, Lima Saham Market Cap Besar Ini Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/11/2023), ditutup melesat 108,97 (1,64%) menjadi 6.751,39. Indeks bergerak di zona hijau sepanjang hari dalam rentang 6.642,69-6.785,00 denan nilai transaksi Rp 9,96 triliun.
Penguatan IHSG didukung kenaikan seluruh sektor saham, seperti saham sektor teknologi 3,49%, sektor properti 2,39%, sektor keuangan 1,42%, sektor material dasar 1,78%, dan sektor energi 0,82%.
Baca Juga
Target Harga Saham Lonsum (LSIP) Direvisi Naik Saat Laba Turun, Kok Bisa?
Sebaliknya penurunan melanda saham sektor infrastruktur sebanyak 1,40% dan saham sektor kesehatan 0,11%. Penurunan dalam sektor infrastruktur akibat anjloknya saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang menduki posisi emiten dengan market cap terbesar keempat di BEI.
Lompatan indeks tersebut didukung penguatan saham-saham berkapitalisasi besar, seperti saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp 250 (2,91%) menjadi Rp 8.850, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat Rp 170 (3,52%) menjadi Rp 5.000, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melesat Rp 325 (1,79%) menjadi Rp 18.500, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melesat Rp 250 (4,42%) menjadi Rp 5.900, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik Rp 250 (3,76%) menjadi Rp 6.900.
Baca Juga
SMRC: Kesukaan Calon Pemilih ke Mahfud MD Lebih Tinggi Dibanding ke Pesaing
Sebaliknya pelemahan terdalam melanda tiga saham ini, yaitu saham PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO), PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE), PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS), dan PT Mitrabata Adiperdana Tbk (MBAP).
IHSG kemarin ditutup terjerembab sebanyak 109,79 poin (1,63%) ke level 6.642,42. Penurunan dipengaruhi atas koreksi seluruh sektor saham. Sedangkan pemodal asing lagi-lagi membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,09 triliun dengan melepas saham-saham bank besar.

