IHSG Dibuka Rebound, Saham Market Cap Besar Naik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/6/2024), dibuka melesat sebanyak 55 poin (0,78%) menjadi 7.002. IHSG rebound setelah dua hari anjlok ke level terendah baru sepanjang 2024.
Penguatan indeks didukung kenaikan saham sektor material dasar 1,80%, sektor konsumer non primer 0,47%, dan sektor teknologi 0,67%. Penguatan juga melanda saham sektor lainnya, meski tipis pagi ini.
Baca Juga
Aksi Borong Berlanjut, Sinarmas Kini Kuasai 40% Saham BSD (BSDE)
Penguatan indeks juga didukung kenaikan sejumlah saham kapitalisasi pasar besar, seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TIPAI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Sebaliknya saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) tercatat sebagai saham dengan penurunan paling dalam. Ada juga saham PT Digital Mediatama Maxima tbk (DMMX) dan PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM).
Kemarin, IHSG ditutup anjlok dalam sebanyak 151,64 poin (2,14%) ke level terendah baru tahun 2024. Pemodal asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham di seluruh pasar lebih dari Rp 500 miliar didominasi crossing saham PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) Rp 544,57 miliar.
Baca Juga
Outlook Harga Timah Menguat, Begini Prediksi dan Target Saham TINS
Pemicu utama kejatuhan indesk datang dari saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang ditutup auto reject bawah (ARB) dengan penurunan 10% menjadi Rp 7.425. Pergerakan saham BREN makin mengkhawatirkan sejak BEI memasukkan dalam daftar saham papan pemantauan khusus dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Kejatuhan saham BREN ternyata merembet juga ke saham emiten Prajogo Pangestu lainnya, seperti saham PT Chandra Asri Pacifid Tbk (TPIA), emiten market cap terbesar Keempat, terpental 9,90% menjadi Rp 8.650, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) anjlok 8,61% menjadi Rp 955, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) amblas 8,21% menjadi Rp 7.550, dan PT Petrosea TbK (PTRO) terjun 4,63%) menjadi Rp 7.725.

