IHSG Dibuka Melesat, Saham Market Cap Jumbo Kembali Terkerek
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (2/7/2024), dibuka menguat sebanyak 21,85 poin (0,31%) menjadi 7.161,48. Pergerakan indeks dalam rentang 7.137,26-7.161.48.
Pengautan indeks ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar, sektor energi, sektor keuangan, sektor kesehatan, dan sektor properti. Sebaliknya penurunan melanda sektor industri.
Baca Juga
Pengambilalihan Tuntas, Ladangbaja (LABA) Rombak Manajemen dan Ganti Nama
Penguatan indeks juga didukung kenaikan harga saham sejumlah emiten dengan kapitalisasi pasar besar, seperti saham BBCA, CUAN, BREN, AMMN, BMRI, dan MDKA. Saham dengan penguatan tertinggi meladna saham PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) menguat 22% menjadi Rp 61 dan PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) melesat 18,25% menjadi Rp 149.
Sebaliknya pelemahan paling dalam melanda saham PT Falcon Nowoven Industri Tbk (FLMC), PT Panin Sekuritas Tbk (PANS), dan PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG).
IHSG kemarin ditutup melesat sebanyak 76,05 poin (1,08%) menjadi 7.139,63. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 185,29 miliar.
Baca Juga
Pengendali Berdikari Pondasi (BDKR) Divestasi 27,86% Saham dalam Tiga Bulan
Net buy terbanyak melanda lima saham berikut ini, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 129,17 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 115,33 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 80,14 miliar.
Penguatan indeks kemarin ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor transportasi 4,14%, sektor material dasar 3,15%, sektor energi 2,27%, sektor keuangan 0,10%, dan sektor teknologi 0,37%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan, properti, dan infrastruktur.

