Kembali Melesat, GOTO Kembali Masuk Barisan Market Cap di Atas Rp 100 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali masuk jajaran emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) di atas Rp 100 triliun setelah lanjutkan penguatan pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/11/2023).
Berdasarkan data pasar BEI, saham GOTO ditutup melesat Rp 5 (5,95%) menjadi Rp 89. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 85-89. Penguatan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) GOTO meningkat menjadi Rp 106,93 triliun.
Baca Juga
Seiring dengan kenaikan harga, volume perdagangan saham GOTO ikut meningkat menjadi 4,8 juta saham diperdagangan dengan nilai Rp 418,64 miliar. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham ini Rp 19,48 miliar.
Termasuk hari ini, saham GOTO sudah naik dalam lima hari perdagangan dengan penguatan mencapai 12,66%, dibandingkan pekan sebelumnya. Bahkan, saham GOTO kembali masuk ke dalam deretan saham-saham unggulan big caps atau emiten dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun.
Sementara itu, Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dalam riset terakhirnya meyakini bahwa seluruh strategi yang sudah diterapkan manajemen telah berhasil membawa GOTO ke level yang lebih menjanjikan. Hal ini menjadikan saham perseroan mendapatkan rekomendasi beli dengan potensi penguatan lebih lanjut.
Baca Juga
Menurut dia, efektivitas strategi terlihat dari keberhasilan peningkatan volume transaksi pada kuartal III-2023 melalui peningkatan jumlah pengguna dan frekuensi transaksi, biaya operasional yang lebih efisien, dan ekosistem yang besar. Seluruh inisiatif tersebut diharapkan berdampak positif terhadap saham dan kinerja perseroan ke depan.
Konsensus Bloomberg
Berdasarkan konsensus Bloomberg, sebanyak 23 analis merekomendasikan Buy saham GOTO. Sebanyak 11 analis rekomendasikan Hold, dan hanya tiga analis yang merekomendasikan sell saham ini. Konsensus menentapkan target harga saham GOTO berada di level Rp100 per saham untuk 12 bulan ke depan.
Analis Morgan Stanley Divya Gangahar Kothiyal merekomendasikan in-Line saham GOTO dengan target harga Rp 121/saham. Sedangkan Etta Rusdiana Putra, analis Maybank Investment Banking Group merekomendasikan beli dengan target harga Rp 110 per saham.
Baca Juga
Etta Rusdiana Putra dalam riset terakhir meyakini GOTO akan mencapai EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal IV-2023. Hal ini disebabkan karena GOTO berhasil mempersempit kerugian dan on the track pada peningkatan efisiensi.
Total biaya dan pengeluaran pada sembilan bulan turun 37% secara yoy menjadi Rp19,3 triliun. Ini hanya 59% dari perkiraan Maybank Sekuritas yang memprediksi biaya dan pengeluaran GOTO selama 2023 sebesar Rp32,7 triliun.
Baca Juga
GOTO berhasil mengurangi biaya penjualan & pemasaran sebesar 57% menjadi Rp 4,8 triliun. Sementara biaya umum dan administrasi turun 47% menjadi Rp 4,6 triliun serta biaya pengembangan produk turun 18% menjadi Rp 2,8 triliun.
"Kami berpendapat GOTO dapat mempertahankan efisiensinya, sehingga EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal IV-2023 masih masuk akal, namun tergantung pada tingkat persaingan," kata Etta yang juga mempertahankan target adjusted EBITDA positif perseraon terealisasi pada 2024.

