Saat IHSG Terkapar 2,14%, Lima Saham Ini malah Auto Reject Atas
JAKARTA, investortrust.id – Deretan saham ini masih berhasil melambung sepanjang perdangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), meskipun Indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok dalam sebanyak 151,64 poin (2,14%) ke level terendah baru tahun 2024.
Penguatan terbesar dipimpin saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) setelah mengalami auto reject atas (ARA) ketiga kalinya dengan kenaikan Rp 60 (25%) menjadi Rp 300. Begitu juga dengan saham PT Soho Global Health Tbk (SOHO) juga ARA Rp 150 (25%) menjadi Rp 750.
Penguatan lainnya datang dari saham PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) naik Rp 12 (16,67%) menjadi Rp 84. Sedangkan tiga saham yang masuk papan pemantaun khusus ini juga berhasil melesat hingga ARA, seperti PT Ladangnbaja Murni Tbk (LABA) naik 10% menjadi Rp 176, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) melesat 10% menjadi Rp 4.400, dan PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) menguat 9,93% menjadi Rp 4.750.
Baca Juga
Austindo Nusantara (ANJT) Anggarkan Capex Rp 599 Miliar, Dorong Pertumbuhan TBS 6% Tahun 2024
Kondisi berbeda dialami sebagian besar saham kapitalisasi pasar (market cap) jumbo dengan penurunan dalam hari ini. Koreksi tersebut menjadi faktor utama penekan IHSG hingga terjum 2,14% dan kapitalisasi pasar menguap Rp 329 triliun menjadi Rp 11.684 triliun.
Pemicu utama kejatuhan indesk datang dari koreksi saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang sampai auto reject bawah (ARB) dengan penurunan 10% menjadi Rp 7.425. Pergerakan saham BREN makin mengkhawatirkan sejak BEI memasukkan dalam daftar saham papan pemantauan khusus dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Kejatuhan saham BREN ternyata merembet juga ke saham emiten Prajogo Pangestu lainnya, seperti saham PT Chandra Asri Pacifid Tbk (TPIA), emiten market cap terbesar Keempat, terpental 9,90% menjadi Rp 8.650, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) anjlok 8,61% menjadi Rp 955, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) amblas 8,21% menjadi Rp 7.550, dan PT Petrosea TbK (PTRO) terjun 4,63%) menjadi Rp 7.725.
Baca Juga
Net Sell Rp 567,63 miliar, Asing Mulai Kurangi Pelepasan Saham Bank
Pelemahan IHSG kian dalam setelah saham sektor pertambangan kapitalisasi pasar besar berguguran, seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terhempas 6,46% menjadi Rp 11.950, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 8,68% menjadi Rp 2.420, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) anjlok 12,12% menjadi Rp 580, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melemah 5,54% menjadi Rp 4.430.
Secara sektoral, penyumbang terbesar pelemahan IHSG berasal dari saham sektor material dasar anjlok 6,29%, sektor infrastruktur turun 2,02%, sektor teknologi melemah 1,83%, sektor energi jatuh 1,71%, dan sektor industri turun 1,33%. Satu-satunya sektor yang menguat adalah kesehatan 0,79%.
Grafik Saham

