Akuisisi Pabrik, Analis Ini Ungkap Dampaknya bagi Indocement (INTP)
JAKARTA, Investortrust.id – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mengakuisisi pabrik Semen Grobogan berkapasitas produksi 2,5 juta ton per tahun. Pabrik yang diakuisisi dari Gajah Tunggal grup tersebut telah mulai berpoerasi pada kuartal III-2021 dan diperkirakan memiliki cadangan hingga 50 tahun.
Akuisisi tersebut bakal meningkatkan kapasitas produksi pabrik perseroan dari posisi saat ini sekitar 31 juta ton per tahun.
Baca Juga
Indocement (INTP) Mau Produksi Semen Ramah Lingkungan, Ini Strateginya
Mandiri Sekuritas dalam riset harian yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (18/10/2023), menyebutkan bahwa akusisi tersebut akan memperkuat pasar INTP di Jawa Tengah. Saat ini, perseroan baru menguasai sekitar 28% pangsa pasar di Jawa Tengah, dibandingkan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dengan pasar mencapai 56%.
Kehadiran pabrik baru tersebut, terang Mandiri Sekuritas, berimbas terhadap penyebaran pabrik perseroan yang lebih beragam setelah sebelumnya memiliki pabrik di Citereup dan Cirebon. Perseroan juga memiliki pabrik di Banyuwangi, pabrik di Tarjun Kalsesl dan pabrik yang disewa di Maros- Sulawesi.
Baca Juga
Akuisisi pabrik tersebut juga akan mendukung cadangan bahan baku pabrik perseroan untuk 50 tahun ke depan, apalagi setelah cadangan di Ceteurup dan Cirebon sudah mulai menipis. Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan beli saham INTP dengan target harga Rp 13.060 per saham.

