Akuisisi Semen Grobogan Tuntas, Target Saham Indocement (INTP) Justru Dipangkas. Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) telah menuntaskan akuisisi Semen Grobogan senilai Rp 1,5 triliun. Aksi ini diperkirakan mulai berimbas positif terhadap kinerja keuangan perseroan tahun 2024.
CGS CIMB Sekuritas dalam riset terbarunya menyebutkan harga akuisisi Semen Grobogan senilai Rp 1,5 triliun sudah sesuai valuasi. Angka ini dihitung berdasarkan biaya pembangunan pabrik semen terintegrasi di Jawa tengah mencapai US$ 150 per ton. Selain itu lokasi pabrik Semen Grobokan dinilai strategis dengan cadangan bahan baku melimpah.
Baca Juga
Saat Harga Turun, Pengendali Borong Ratusan Juta Saham Temas (TMAS)
Dampak paling positif atas akuisisi tersebut, ungkap CIMB Sekuritas, adalah memangkas biaya logistic pengiriman semen ke pasar di Jawa Tengah. Aksi tersebut juga bakal menaikkan pangsa pasar penjualan perseroan di provinsi tersebut. Bahkan, pabrik tersebut dinilai akan menjadi pabrik dengan margin EBITDA paling besar berkisar 35-40%.
Kehadiran Semen Grobogan diharapkan dapat memangkas biaya energi mencapai 5%, biaya bahan baku 12%, dan transportasi 12% tahun 2024. Namun demikian akuisisi tersebut akan menambah total utang perseroan senilai Rp 2 triliun.
Meski aksi tersebut menjadi sentiment positif terhadap prospek bisnis dan saham INTP, CIMB Sekuritas tetap memangkas target laba per saham tahun ini setelah publikasi laporan keuangan hingga September 2023 dan adanya tambahan utang setelah akuisisi Semen Grobogan.
Baca Juga
Akuisisi Pabrik, Analis Ini Ungkap Dampaknya bagi Indocement (INTP)
Pemangkasan EPS tersebut juga mempertimbangkan penurunan rata-rata harga jual semen domestic, peningkatan cash cost, peningkatan volume ekspor. “Sedangkan dampak positif akuisisi Semen Grobogan diharapkan mulai tahun 2024,” terangnya.
Pemangkasan target EPS tersebut mendoron CIMB Sekuritas merevisi turun target harga saham ITNP dari Rp 12.400 menjadi Rp 11.300 dengan rekomendasi dipertahankan add.
Target tersebut juga mempertimbangkan perkiraan kenaikan laba bersih INTP menjadi Rp 2,05 triliun tahun ini dan menjadi Rp 2,58 triliun pada 2024. Sedangkan pendapatan perseroan diprediksi meningkat dari perkiraan 2023 Rp 18,05 triliun menjadi Rp 20,20 triliun.
Estimasi Kinerja Keuangan INTP

