Indocement (INTP) Catat Kenaikan Laba di 2024 Saat Pasar Semen Nasional Turun
JAKARTA, investortrust.id– PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) berhasil mencatatkan kenaikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 2 triliun tahun 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 1,95 triliun.
INTP dalam rilis kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/3/2025), menyebutkan bahwa pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan bersih dari Rp 17,94 triliun menjadi Rp 18,54 triliun pada 2024. Laba bruto juga naik dari Rp 5,84 triliun menjadi Rp 6,06 triliun.
Baca Juga
MTEL dan INTP: Kisah Dua Saham Jawara yang Tersisih dari Konstituen LQ45
Perseroan juga mencatat kenaikan beban usaha dari Rp 3,62 triliun menjadi Rp 3,72 triliun, biaya keuangan melesat dari Rp 60,50 miliar menjadi Rp 181,56 miliar. INTP juga catatkan kenaikan laba bersih entitas asosiasi dari Rp 31,35 miliar menjadi Rp 145,33 miliar.
Pertumbuhan tersebut menjadikan total laba sebelum beban pajak naik dari Rp 2,39 triliun menjadi Rp 2,46 triliun. Laba tahun berjalan juga naik dari Rp 2 triliun menjadi Rp 1,95 triliun. Laba per saham juga meningkat dari Rp 568,41 menjadi Rp 591,49.
Baca Juga
Prajogo Pangestu Gelontorkan Dana Buyback 4 Saham Emitennya Rp 5 Triliun, Pasar Merespons Positif
Pertumbuhan kinerja keuangan INTP tersebut terjadi saat volume produksi semen nasional mengalami penurunan dari 64,01 juta ton menjadi 63,79 juta ton pada 2024. Utilisasi pabrik semen nasional hanya mencapai 54% dari total kapasitas terpasang sebanyak 119,8 juta ton.
INTP memiliki kapasitas produksi sebanyak 23,3 juta ton per tahun klinker dan sebanyak 33,5 juta ton per tahun semen. Seadangkan pabrik yang dikelola adalah pabrik terpadu Indocement, pabrik terpadu Grobogan, Patrik terpadu Semen Bosowa, dan pabrik penggilingan Semen Bosowa.

