Indocement (INTP) Optimistis Penjualan Semen 2025 Bertumbuh, Sejumlah Faktor Ini Jadi Penopang
JAKARTA, investortrust.id – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) memperkirakan permintaan semen nasional masih bisa bertumbuh sebanyak 1-2% tahun ini, meskipun pemerintah memangkas anggaran infrastruktur.
Manajemen INTP dalam paparan public, Selasa (25/3/2025), menyebutkan bahwa peningkatan permintaan tersebut didukung sejumlah proyek infrastruktur pemerintah yang sudah berjalan pasti akan diselesaikan. Permintaan juga didukung peluncuran sejumlah proyek baru dan yang sudah ada dari sektor komersial dan industri.
Baca Juga
Indocement (INTP) Catat Kenaikan Laba di 2024 Saat Pasar Semen Nasional Turun
Peningkatan permintaan semen juga akan didukung sektor property. Menurut perkiraan manajemen INTP bahwa kenaikan sektor property didukung perpanjangan diskon PPN untuk kepemilikan rumah baru, program tiga juta rumah per tahun, dan renovasi sekolah.
Meski demikian, INTP menilai bahwa, tahun 2025 masih penuh tantangan, sehingga perseroan menekankan kebijakan pengendalian biaya hingga mengidentifikasi area-area yang biayanya dapat dikurangi tanpa mengorbankan kualitas dan layanan.
Indocement (INTP) juga akan berupaya meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif dan bahan baku alternatif dengan harga lebih murah sebagai inisiatif utama tahun 2025, khususnya untuk pabrik di Grobogan dan pabrik sewa di Maros.
Sepanjang 2024, perseroan membukukan peningkatan laba bersih sebanyak 3% menjadi Rp 2 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,95 triliun. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan bersih INTP mencapai 3,3% menjadi Rp 18,54 triliun, dibanding tahun 2023 sebesar Rp 17,94 triliun.
Baca Juga
Indocement (INTP) Kalahkan Pertumbuhan Industri, Sahamnya Menarik!
Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan pertumbuhan volume penjualan (semen dan klinker) secara keseluruhan sebesar 20,49 juta ton pada 2024, lebih tinggi 1,15 juta ton atau bertumbuh 5,9%, dibandingkan tahun lalu, terutama dari tambahan volume PT Semen Grobogan.
Peningkatan ini memicu kenaikan pangsa pasar domestik INTP secara keseluruhan, mengacu pada data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), menjadi 29,7%. Pangsa pasar penjualan semen Indocement di Jawa 37,8% dan luar Jawa 21,1%.
Adapun komposisi penjualan semen curah domestik meningkat dari 26,7% menjadi 31,7% pada tahun 2024 karena pasokan semen ke proyek ibu kota baru dan percepatan proyek infrastruktur di Jawa. Secara keseluruhan penjualan ekspor sebesar 317 ribu ton.

