Stagnan di Kuartal I, Indocement (INTP) Tetap Optimistis Pasar Semen Nasional Tumbuh 3%
JAKARTA, investortrust.id – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) memperkirakan permintaan semen nasional akan meningkat sebesar 2%–3% pada 2024.
Sekretaris Perusahaan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Dani Handajani, mengatakan, pertumbuhan permintaan semen terutama didorong oleh semen curah yang diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan penjualan semen kantong.
"Pertumbuhan permintaan semen tahun ini kami yakini akan dikontribusi dari pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur," kata Dani dalam keterangan resmi yang dikutip, Minggu (12/5/2024).
Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) disebutkan, angka penjualan semen nasional mencapai 64,01 juta ton pada tahun 2023, naik 3,6% dibanding tahun 2022.
Sementara itu pada kuartal I-2024 penjualan semen domestik terpantau stagnan, akibat kontraksi pasar semen kantong -5,4% dan pertumbuhan pasar semen curah 14,9%.
ASI mencatat, secara total, penjualan semen nasional sebanyak 14,27 juta ton di kuartal I-2024, sedangkan pada periode yang sama tahun 2023 sebanyak 14,26 juta.
Baca Juga
Indocement (INTP) Kasih Bocoran Jumlah Dividen Tahun Buku 2023
Dani Handajani, mengatakan, Indocement sendiri mencatat volume penjualan domestik (semen dan clinker) sebesar 4,47 juta ton di kuartal I-2024, atau lebih tinggi 4,1% dibandingkan kuartal I-2023, terutama dikontribusi oleh operasional Semen Grobogan.
‘’Namun pertumbuhan volume penjualan pada periode yang sama tanpa Semen Grobogan -1,4% sedikit lebih rendah dibandingkan pasar,’’ urai Dani.
Meskipun volume penjualan secara keseluruhan lebih tinggi, Pendapatan Neto Perusahaan berada pada Rp 4,80 triliun atau lebih rendah -3,8% dari harga konsolidasi yang lebih rendah karena komposisi campuran produk.
Dikatakan terdapat peningkatan signifikan pada komposisi produk curah dari 25,4% pada kuartal I-2023 menjadi 30,6% pada kuartal I-2024 yang disebabkan oleh peningkatan pasokan ke ibu kota baru.
Beban pokok pendapatan yang turun menjadi Rp 2,90 triliun atau lebih rendah -2,3% karena efisiensi secara keseluruhan yang dilakukan Perseroan. Jika digabungkan dengan hal-hal di atas, menghasilkan margin laba bruto sebesar 28,9% pada kuartal I-2024.
Baca Juga
Kemudian, beban operasional yang lebih tinggi sebesar 6,6% menjadi Rp 876,6 miliar berasal dari volume penjualan yang lebih tinggi dan penambahan operasional di Semen Grobogan termasuk peningkatan biaya pengiriman dan iklan.
Pendapatan (beban) operasional lainnya yang lebih tinggi – setelah dikurangi Rp 10,2 miliar atau lebih tinggi 179,6% disebabkan oleh keuntungan nilai tukar pada kuartal I-2024 dibanding kerugian nilai tukar pada kuartal I-2023. ‘’Hal ini menghasilkan margin pendapatan operasional sebesar 7,7%, dan EBITDA sebesar 16,8% untuk kuartal I-2024,’’ urainya.
Dikatakan, penurunan pendapatan keuangan bersih sebesar Rp 22,1 miliar atau -194,6% disebabkan oleh beban bunga utang yang timbul pada saat akuisisi Grobogan. Sementara beban pajak penghasilan (neto) turun menjadi Rp 60 miliar atau lebih rendah -38,0% karena penurunan laba.
Terakhir, dari angka di atas, laba periode berjalan yang dibukukan sebesar Rp 238 pada kuartal I-2024, atau turun 35,9% dibanding periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp 371,4 miliar.
Pergerakan harga saham INTP:

