IHSG Potensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham BMRI, JPFA, dan PGAS
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan berpotensi menguat, dengan indeks bergerak di range 7.022-7.100. Pada perdagangan hari ini, Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni BMRI, JPFA, PGAS, SSMS, dan RAJA.
“IHSG pada perdagangan Kamis, 30 Mei 2024, melemah 1,49% ke level 7.034. Pelemahan ini masih merespons sentimen hawkish dari komentar pejabat The Fed terkait ketidakpastian pemangkasan suku bunga,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Jumat (31/5/2024).
Baca Juga
Net Sell Jumbo
Investor asing kemarin kembali mencatatkan net sell jumbo, yaitu Rp 1,18 triliun. Lima saham yang paling banyak dijual yaitu BBCA, BBRI, ASII, BMRII, dan BBNI.
Secara sektoral, sektor bahan baku melemah paling signifikan yaitu sebesar 2,10%. Pelemahan ini disebabkan aksi jual signifikan pada AMMN, BRPT, dan MBMA.
Baca Juga
Harga Emas Bergerak Naik Dipicu Pelemahan Dolar dan Yield Obligasi AS
Selain itu, pelemahan pada saham BREN hingga Auto rejection Bawah (ARB). Hal ini masih menjadi penekan sektor infrastruktur yang melemah 1,86%.
Di antara 11 sektor, tersisa sektor kesehatan yang masih mampu menguat 0,25%. Penguatan sektor kesehatan sejalan dengan penguatan sektor kesehatan di bursa saham global, akibat kembali meningkatnya kasus Covid-19 yang berpotensi meningkatkan kunjungan rumah sakit.
PDB AS Tumbuh 1,3%
Head of Research Mega Capital Sekuritas ini juga membeberkan sentimen dari bursa utama dunia. Indeks bursa saham global tercatat ditutup variatif.
"Bursa Amerika Serikat dan Asia melemah, seiring pelaku pasar mencermati berbagai rilis data global. Pada kuartal I-2024, PDB (produk domestik bruto) AS tumbuh 1,3%, lebih rendah dari perkiraan dan pertumbuhan kuartal sebelumnya. Perlambatan pertumbuhan PDB ini membuat pelaku pasar kembali memperkirakan bahwa suku bunga akan dipangkas 2 kali di tahun ini," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur The Fed New York John Williams mengatakan inflasi saat ini masih terlalu tinggi, sehingga belum tepat jika dilakukan pemangkasan suku bunga. Namun, pada semester II mendatang, ia memperkirakan inflasi AS akan mendingin.
"Di Eropa, bursa saham rebound setelah rilis data sentimen ekonomi periode Mei 2024 membaik sesuai perkiraan. Selain itu, data pengangguran bulan April turun lebih baik dari perkiraan," ucapnya.
Selanjutnya, kata dia, pelaku pasar akan fokus pada rilis data inflasi personal consumption expenditures (PCE) AS April 2024 pada malam hari ini. Survei di pasar melihat potensi perlambatan PCE baik secara tahunan maupun bulanan. Selain itu, pelaku pasar mencermati data inflasi Eropa dan komentar dari Gubernur The Fed Atlanta Raphael Bostic.
(Disclaimer on)

