IHSG Potensi Rebound, Rekomendasi Saham Hari Ini JPFA, KLBF, BMRI, dan SIDO
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini berpotensi rebound, dengan indeks diperkirakan bergerak di range 6.890-6.998. Pada perdagangan hari ini, Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni JPFA, KLBF, BMRI, MIKA, dan SIDO.
“IHSG pada perdagangan Jumat, 7 Juni 2024 kembali melemah hingga 1,10% ke level 6.897. Pelemahan IHSG sejalan dengan pelemahan bursa global yang cenderung risk off,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Senin (10/6/2024).
Baca Juga
Harga Emas Antam Naik Tipis Rp 1.000 per Gram Senin Pagi
Head of Research Mega Capital Sekuritas ini menjelaskan lebih lanjut, investor asing kembali melakukan net sell sebesar Rp 893 miliar Jumat lalu. Lima saham yang paling banyak dijual yaitu BBRI, BBCA, SMGR, BBNI, dan TPIA.
Indeks Keyakinan Konsumen
Secara sektoral, sektor yang mencatatkan pelemahan terbesar pada Jumat lalu yaitu keuangan, teknologi, dan infrastruktur. Pelemahan masing-masing sebanyak 1,35%, 1,31%, dan 1,12%.
Di tengah pelemahan IHSG, sektor yang masih menguat yaitu kesehatan, transportasi, dan properti. Penguatan masing-masing sebesar 1,20%, 0,60%, dan 0,33%.
Baca Juga
Harga Minyak Tertekan, Catat Penurunan Mingguan Ketiga Berturut-turut
Dengan melemahnya harga komoditas global, lanjut Cheril, sektor energi dan bahan baku dapat dihindari untuk hari ini. Adapun sektor yang berpotensi menguat yaitu kesehatan dan konsumen primer.
“Hari ini, pelaku pasar domestik akan menanti rilis data Indeks Keyakinan Konsumen bulan Mei 2024. IKK diperkirakan kembali ekspansif,” ujarnya.
Data Tenaga Kerja AS Mixed
Ia juga membeberkan sentimen dari global. Pada Jumat lalu, saham global kompak terkoreksi, seiring rilis data-data tenaga kerja Amerika Serikat mixed.
“Sebelumnya, rilis data tenaga kerja JOLTS April 2024 menunjukkan pelemahan. Namun, berbagai rilis data oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat lalu kembali membuat pelaku pasar ragu akan pemangkasan suku bunga The Fed,” kata Cheril.

