IHSG Potensi Melemah, Simak Rekomendasi Saham JSMR, PGAS, SSMS, dan INDY
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan berpotensi melemah, dengan indeks bergerak di level 7.252-7.367. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, antara lain Jasa Marga (JSMR), Perusahaan Gas Negara (PGAS), Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Sido Muncul (SIDO), dan Indika Energy (INDY).
“IHSG pada perdagangan Senin, 5 Maret 2024, ditutup terkoreksi 0,48% di level 7.267. Berbeda dengan kondisi bursa global yang menguat ditopang oleh sektor teknologi, justru sektor teknologi di BEI mencatatkan pelemahan paling signifikan sebesar 2,66%,” kata analis Cheryl Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu di Jakarta, Selasa (05/03/2024).
Baca Juga
BEI Buka Kembali Suspensi Saham Sejahteraya (SRAJ)
| Pergerakan harga saham Jasa Marga. Sumber: InvestasiKu. |
Sentimen Global
Analis Mega Capital Sekuritas ini juge membeberkan sentimen dari bursa utama dunia. Berbeda dengan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, mayoritas bursa Asia menguat harga sahamnya. Sedangkan bursa Amerika Serikat dan Eropa kompak terkoreksi kemarin waktu setempat.
Bursa AS dan Eropa berbalik melemah seiring penguatan dalam beberapa pekan terakhir dimanfaatkan pelaku pasar untuk profit taking sambil menanti berbagai rilis data tenaga kerja AS dan komentar Gubernur The Fed Jerome Powell di pertengahan pekan ini. Berdasarkan survei di CME, terjadi pening katan probabilitas The Fed memangkas suku bunga ke 58% pada Juni mendatang, dari sebelumnya hanya 57% suara pada akhir pekan lalu. Adapun besaran pemangkasan suku bunga diperkirakan sebesar 25 bps untuk tahap awal.
Baca Juga
Di sisi lain, mayoritas bursa saham Asia masih mampu melanjutkan penguatan, ditopang oleh penguatan saham-saham teknologi yang terkait kecerdasan buatan (AI) dan perusahaan produsen chip. Pasar juga menanti petunjuk lebih lanjut dari Kongres Rakyat Nasional di Tiongkok yang berlangsung 2 hari pada 5-6 Maret 2024.
Pemerintah Tiongkok diharapkan dapat memberikan proyeksi dan optimisme bagi pertumbuhan ekonominya di tahun 2024. Namun, Kongres kali ini akan berbeda, di mana pertama kali selama 3 dekade, perdana menteri Cina tidak melakukan konferensi pers dan menggantinya dengan lebih banyak arahan dari para menteri. Keputusan ini dinilai sebagai makin minimnya transparansi kondisi ekonomi Tiongkok, setelah sejak tahun lalu dilakukan penghentian beberapa rilis data ekonomi seperti pengangguran dan usia muda.
Stocks Pick
Cheryl yang merupakan analis Mega Capital Sekuritas menjelaskan lebih lanjut rekomendasinya. "Di BEI, IHSG berpotensi melemah terbatas dalam area konsolidasi ke support area 7.252, selama indeks tidak mampu menembus resistance 7.367. Hal ini didukung oleh stochastic yang melemah," imbuhnya.
Berikut saham-saham pilihannya yang bisa dicermati investor untuk perdagangan di Bursa Efek Indonesia hari ini.
SIDO telah menembus area resistance utama dengan kenaikan volume, sehingga berpotensi melanjutkan penguatan. Hal ini didukung oleh momentum stochastic yang menunjukan penguatan harga.
Rekomendasi: buy.
Entry level: Rp 605-625.
Take profit: Rp 650-680.
Stop loss: Rp 696.
JSMR masih berpotensi melanjutkan penguatan ke area harmonic resistance setelah menembus area resistance, di mana secara momentum stochastic harga masih berpeluang bergerak naik.
Rekomendasi: buy.
Entry level: Rp 5.250-5.450.
Take profit: Rp 5.550-5.750.
Stop loss: Rp 5.150.
PGAS telah melakukan false break pada area minor support bertepatan dengan area support lower bollinger band sehingga berpotensi melanjutkan penguatan yang didukung oleh stochastic yang melakukan bullish crossover.
Rekomendasi: buy.
Entry level: Rp 1.110-1.120.
Take profit: Rp 1.140-1.170.
Stop loss: Rp 1.090.
SSMS sedang bergerak di dalam uptrend channel dan telah menembus area konsolidasi sehingga harga berpotensi untuk melanjutkan penguatan, di mana hal ini
didukung oleh penguatan stochastic.
Rekomendasi: buy.
Entry level: Rp 1.130-1.160.
Take profit: Rp 1.200-1.260.
Stop loss: Rp 1.120.
INDY sedang membentuk pola Rounding Bottom dengan potensi penguatan lanjutan yang disertai kenaikan volume dan didukung oleh stochastic yang menguat.
Rekomendasi: buy.
Entry level: Rp 1.350-1.380.
Take profit: Rp 1.400-1.450.
Stop loss: Rp 1.330.
(Disclaimer on)

