Waspadai Penurunan IHSG Lebih Lanjut, Saham ESSA dan MARK Layak Dipantau
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal disarankan untuk mewaspadai penurunan lebih lanjut indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/5/2024), apabila turun di bawah support 7.014.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa IHSG tengah bergerak menguji level support 7.014 dan trend masih cenderung melemah. Oleh karena itu, pemodal disarankan untuk mencermati pola pergerakan, seiring besarnya peluang penurunan lebih lanjut.
Baca Juga
Suspensi Dicabut, Pantau Gerak Saham Ladangbaja Murni (LABA)
Meski demikian, sejumlah saham masih tetap menarik untuk dicermati, seperti saham ESSA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 850-915 dan saham MARK direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.000-1.100. Sebaliknya saham HRTA dan ICBP direkomendasikan jual.
IHSG kemarin ditutup anjlok sebanyak 106,09 poin (1,49%) menjadi 7.034,14. Pemodal asing kembali membukukan penjualan bersih (net sell) saham dengan total Rp 1,18 triliun. Net sell terbanyak masih melanda saham perbankan, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Berdasarkan data bursa, total net sell empat saham bank besar month to date (mtd) telah mencapai level dari Rp 14 triliun. Nilai net sell BBRI mencapai Rp 7,03 triliun, BMRI Rp 3,77 triliun, BBCA Rp 2,47 triliun, dan BBNI Rp 774,33 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya lima saham dengan torehan pembelian bersih (net buy), yaitu saham PT Amman Internasional Tbk (AMMN) Rp 134,95 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 105,32 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 37,54 miliar,
Bursa saham Wall Street semalam juga ditutup lunglai dengan penurunan melanda Dow Jones 0,86%, indeks S&P500 melemah 0,60%, dan indeks Nasdaq terjerembab 1,08%.
Grafik IHSG

