Indosat (ISAT) Pede Pendapatan Per Pelanggan Tumbuh Lebih dari 10% pada 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) optimistis angka rerata pendapatan per pelanggan atau average revenue per unit (ARPU) pada 2024 bisa tumbuh lebih dari 10% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Senior Vice President (SVP) Head of Corporate Communications IOH Steve Saerang berharap pertumbuhan ARPU pada tahun ini bisa semoncer tahun lalu. Pada 2024, ARPU operator seluler ini tercatat sebesar Rp38.500 atau tumbuh 13,4% secara tahunan (yoy) dengan jumlah pelanggan mencapai 100,7 juta pelanggan.
"Jumlah pelanggan kami tidak kasih target, tetapi kalau ARPU targetnya tumbuh 10-15% sampai akhir tahun ini, di-compare (dibandingkan) dengan tahun sebelumnya (2023)," katanya ketika ditemui usai Paparan Publik Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2024 di Kantor Pusat IOH, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2024).
Sebagai catatan, IOH mencatatkan pendapatan sebesar Rp51,22 triliun pada 2023 atau naik 9,67% (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 46,7 triliun. Namun, laba bersih IOH turun 4,59% (yoy) menjadi Rp4,5 triliun sepanjang 2023, dari sebelumnya Rp 4,72 triliun pada 2022.
Baca Juga
Lebih lanjut, Steve mengungkapkan bahwa persentase kenaikan angka ARPU pada 2023 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan menghadirkan layanan seluler. Hal tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat akan layanan seluler, khususnya multimedia, komunikasi data, dan internet (MIDI) terus meningkat.
"Ada beberapa tahun (pertumbuhan) ARPU stagnan, tetapi tahun ini dapat disampaikan bahwa ARPU kami naik paling tinggi sepanjang sejarah. Ini menunjukkan bahwa pasar makin banyak mengonsumsi layanan yang tentunya kualitas sesuai dengan (biaya) yang dikeluarkan," tuturnya.
Steve menjelaskan IOH tidak sekadar menjual paket data atau kuota internet kepada pelanggannya. IOH juga memberikan nilai tambah berupa layanan tambahan di paket data unggulan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan.
"Kalau kita jual paket data yang lumayan besar nilainya (harganya), harus diberikan value (nilai) yang lebih tinggi. Kami masih punya paket data dengan harga Rp50.000, tetapi paket data yang harganya Rp150.000 itu yang paling laris. Karena tidak hanya kuota internet 150 GB (gigabit) yang diberikan, ada juga tambahan lainnya misalnya gratis berlangganan Spotify beberapa hari," paparnya.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Pertimbangkan Satelit untuk Gantikan Peran Menara BTS
Manfaatkan AI dan Perkuat Mitra di Perdesaan
Director & Chief Commercial Officer IOH Ritesh Kumar Singh menyatakan salah satu kunci Indosat meningkatkan ARPU adalah karena Indosat tak sekadar jualan produk dan layanan. IOH berupaya untuk memberikan solusi bagi pelanggan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang hadir melalui aplikasi layanan pelanggan MyIM3 dan Bima+ Tri.
"Kami berupaya masuk ke pelanggan, berupaya menyelesaikan masalah mereka. Salah satu fokusnya dengan penerapan artificial intelligence melalui aplikasi yang mampu mempelajari kebiasaan dan kebutuhan pelanggan dan menghadirkan paket yang sesuai dengan kebutuhan mereka," katanya dalam Paparan Publik RUPST 2024 di Kantor Pusat IOH, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2024).
Selain memanfaatkan teknologi AI di aplikasi layanan pelanggannya, IOH juga memastikan untuk jadi teman setia bagi pelanggan serta mitra penjualan kartu perdana dan pulsa. Upaya operator seluler ini memperluas jaringannya hingga ke wilayah perdesaan tentunya harus dibarengi dengan kekuatan mitra penjualan kartu perdana dan pulsa.
"Misalnya di perdesaan kami bukan hanya jadi mitra telekomunikasi tetapi bisa juga menghadirkan pinjaman melalui kerja sama dengan perbankan. Dengan begitu pelanggan dan mitra akan makin percaya ke Indosat dan loyal," ungkapnya.

