Indosat (ISAT) Pede Starlink Tidak Akan Gerus Jumlah Pelanggannya
JAKARTA, investortrust.id - Operator telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) tetap percaya diri bahwa kehadiran Starlink tidak akan menggerus jumlah pelanggan seluler maupun layanan internet berbasis kabel serat optik (fixed broadband)
President Director & Chief Executive Officer (CEO) IOH Vikram Sinha mengatakan, layanan internet berbasis satelit orbit bumi rendah atau low earth orbit (LEO), seperti Starlink, hanya pelengkap layanan seluler dan fixed broadband. Layanan tersebut hadir untuk melayani masyarakat di wilayah yang tidak bisa disentuh layanan seluler dan fixed broadband.
“Starlink bekerja di area di mana, kami tidak dapat terhubung Starlink dan bagus untuk nelayan, di mana sangat sulit untuk terhubung melalui ponsel, jadi kami tidak melihat Starlink sebagai kompetisi,” katanya dalam Paparan Kinerja Semester I-2024 IOH yang digelar secara daring pada Selasa (30/72/2024).
Baca Juga
Laba Indosat (ISAT) Semester I-2024 Melesat 43,3%, Berikut Pendorongnya
Kemudian, menurut Vikram, pihaknya juga membuka peluang untuk berkolaborasi dengan Starlink atau penyedia layanan internet berbasis satelit LEO lainnya. Kolaborasi yang dimaksud termasuk di antaranya adalah penyediaan jaringan pengalur atau backbone untuk mendukung layanan seluler di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Oleh karena itu, dia kembali menegaskan bahwa layanan seluler dan fixed broadband tidak berkompetisi secara langsung dengan layanan internet berbasis satelit LEO. Masing-masing punya pangsa pasar tersendiri dan saling melengkapi satu sama lain untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi masyarakat.
“Ini bukan hal baru di mana pun di seluruh dunia. Itu bukan persaingan antara layanan seluler dan fixed broadband dengan layanan internet berbasis satelit LEO,” ungkapnya.
Terkait dengan jumlah pelanggan, Vikram menyebut IOH berhasil mencatatkan penambahan 900.000 pelanggan pada enam bulan pertama 2024. Dengan demikian, jumlah pelanggan IOH saat ini mencapai 100,9 juta pelanggan.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Tambah 25.000 BTS di Semester I-2024, BTS 2G Juga Ikut Ditambah
Peningkatan pelanggan IOH berasal dari pelanggan prabayar yang naik 1 juta pelanggan secara tahunan (year on year/YoY). Pada semester I-2024 jumlah pelanggan prabayar IO tercatat sebanyak 99,4 juta pelanggan, sementara pada semester I-2023 tercatat sebanyak 98,4 juta pelanggan.
Di sisi lain, pelanggan pascabayar Indosat turun dari 1,6 juta pelanggan semester I/2023 menjadi 1,5 juta pelanggan pada semester I/2024.
Kemudian untuk pelanggan fixed broadband tercatat mencapai 345.400 pelanggan pada semester I-2024. Adapun, pada semester I-2023, jumlah pelanggan layanan fixed broadband IOH tercatat hanya sebanyak 17.100 pelanggan.
Baca Juga
Bangun Jaringan, Indosat (ISAT) Habiskan US$ 2 Miliar Selama 2 Tahun
Sejalan dengan peningkatan jumlah pelanggan, IOH mencatat rata-rata pendapatan per pengguna atau average revenue per unit (ARPU) gabungan naik 10,5% (YoY) dari Rp 34.300 menjadi Rp 37.900. ARPU pascabayar naik 31,9% (YoY) dari Rp 70.000 menjadi Rp 92.300, sementara ARPU prabayar naik 9,8% (YoY) dari Rp33.800 menjadi Rp 37.100.
IOH juga mencatat kenaikan trafik data sebesar 13,4% (YoY) pada paruh pertama 2024, dari 7.027 PB (petabita) menjadi 7.965 PB. Di sisi lain, rata-rata menit pemakaian (MOU) per pelanggan turun menjadi 5,7 menit atau turun 24,3%. Hal ini disebabkan tren di industri atas penurunan layanan suara.
“Kinerja luar biasa ini mencerminkan dedikasi kami untuk menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan sekaligus memberdayakan ekonomi digital Indonesia,” pungkas Vikram.
Grafik ISAT

